Menurut Ibas, merawat sejarah bukan sekadar mengingat nama tokoh atau peristiwa masa lalu. Sejarah harus menjadi jejak sekaligus kompas bagi generasi hari ini dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai, Pilkada tidak langsung justru berpotensi mempertahankan masalah klasik seperti tingginya biaya politik, praktik politik uang, hingga lemahnya netralitas aparatur negara