• Info MPR

Audiensi Kebangsaan, Waka MPR Ibas Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 05/05/2026 09:21 WIB
Audiensi Kebangsaan, Waka MPR Ibas Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY/Ibas) dalam acara Audiensi Kebangsaan yang mengangkat tema Sinergi Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah untuk Indonesia Maju: Pacitan Nyawiji Sejahtera di hadapan 500an pekerja yang datang (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas/EBY), menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh melalui jaminan keselamatan kerja, perlindungan kesehatan dan sosial, pengaturan jam kerja yang adil, pencegahan PHK sepihak, serta dukungan terhadap pendidikan anak-anak pekerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibas dalam acara Audiensi Kebangsaan yang mengangkat tema “Sinergi Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah untuk Indonesia Maju: Pacitan Nyawiji Sejahtera” di hadapan 500an pekerja yang datang.

Ibas mengajak para pekerja untuk bersyukur atas pekerjaan yang mereka miliki, terutama dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah situasi global yang penuh dengan perang, krisis energi, pangan, dan ekonomi, kita harus bersyukur masih memiliki pekerjaan yang layak, legal, dan terhormat. Banyak orang di luar sana yang berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan, sementara lapangan kerja terbatas,” ungkapnya.

Ibas yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja di Pacitan dan berharap semoga mereka selalu diberikan kekuatan dan semangat untuk terus bekerja menuju kesejahteraan yang lebih baik.

“Selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja di Pacitan. Semoga kalian semua terus diberikan kekuatan untuk bekerja dengan baik, dan semakin sejahtera,” ujar Ibas.

Dalam sambutannya, Ibas mengingatkan pentingnya semangat persatuan, guyup, dan rukun. “Tanpa kerja sama, tidak ada yang bisa dicapai secara maksimal. Kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sangat penting untuk mewujudkan kemajuan,” katanya.

“Kita semua harus menjaga semangat kerja keras dan kolaborasi ini,” tegasnya. Ibas meminta semua yang hadir untuk terus menjaga semangat kolaborasi demi kemajuan bersama. “Setuju ya…?!” tanya Ibas kepada peserta audiensi, yang dijawab serempak dengan, “Setuju!”

Edhie Baskoro, Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat, menegaskan bahwa perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja harus dimulai dari aspek yang paling mendasar, yakni keselamatan kerja.

“Komitmen kami adalah sama seperti bapak ibu semua. Kami ingin memastikan pekerja bekerja dalam kondisi yang aman dan terlindungi. Keselamatan kerja menjadi catatan yang sangat penting bagi kami,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lulusan S2 Nanyang Technological University (Singapura) tersebut menyoroti pentingnya jaminan kesehatan bagi pekerja. Ia menyampaikan bahwa jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pekerja.

“Kesehatan adalah hak fundamental yang harus dijamin. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa para pekerja mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dengan manfaat yang maksimal,” lanjutnya.

Selain itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut menekankan bahwa pengaturan waktu kerja yang manusiawi sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan pekerja.

“Kami percaya bahwa produktivitas tidak boleh mengorbankan kesehatan. Jam kerja yang masuk akal sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan pekerja, karena tidak ada manusia yang bisa bekerja tanpa istirahat,” kata Ibas.

Salah satu poin penting yang disampaikan Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Pengurus Keluarga Besar FKPPI itu  adalah komitmennya untuk terus mendengarkan semua aspirasi dari pekerja. “Aspirasi kalian adalah aspirasi kita semua. Kami akan terus mendengarkan, memperjuangkan, dan mengawal program-program yang bermanfaat untuk kesejahteraan pekerja,” ungkapnya.

Lulusan S3 IPB University ini juga mengingatkan pesan semangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sangat mendalam mengenai pentingnya peran pekerja dalam pembangunan bangsa.

“Kita harus terus berjuang untuk kemajuan bangsa. Seperti yang dikatakan oleh Presiden SBY, ‘Pekerja adalah pondasi kemajuan, tanpa mereka, kita tidak akan bisa membangun negara,’” ujarnya. Ibas mengenang masa pemerintahan SBY, ketika gaji TNI, Polri, dan PNS naik sembilan kali, dan hubungan yang harmonis antara pekerja (buruh), pengusaha, dan pemerintah selalu dijaga.

Ibas yakin bahwa pemerintahan Presiden Prabowo juga akan terus memperhatikan kesejahteraan pekerja, termasuk para pengemudi ojek online (ojol). “Saya yakin pemerintahan Presiden Prabowo juga akan terus memperhatikan kesejahteraan pekerja, termasuk teman-teman pengemudi ojek online, yang memiliki peran penting dalam perekonomian kita,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Ibas juga memberikan informasi penting terkait upah minimum Kabupaten Pacitan (UMK) yang naik pada tahun 2026 menjadi Rp 2,514.892, yang sebelumnya pada tahun 2025 sebesar Rp 2,364,287. “Kenaikan UMK ini tentu menjadi langkah positif bagi kesejahteraan pekerja di Pacitan, meskipun kami tetap perlu memperhatikan berbagai faktor yang ada, termasuk kondisi ekonomi,” kata Ibas.

Dalam sesi dialog, beberapa perwakilan pekerja menyampaikan aspirasi mereka. Sumarsih, perwakilan pekerja, mengapresiasi kenaikan UMK yang sebesar 0,08 persen di Kabupaten Pacitan, namun mengusulkan agar kenaikan tersebut dikaji ulang mengingat tingginya harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

Ia juga mengapresiasi adanya dana bagi hasil cukai tembakau yang dibagikan kepada pekerja buruh petani dan pelinting tembakau. Namun di sisi lain, ia dan rekan rekan buruhnya turut prihatin dengan besaran alokasi bagi hasil yang kian waktu makin sedikit. Sumarsih meminta atensi dari Bupati Pacitan dan kepada EBY untuk memperhatikan hal tersebut demi menunjang kesejahteraan para buruh pabrik rokok. 

Sementara itu, Mawan Hardiyanto, yang mewakili ojek online Pacitan, mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo terkait penurunan potongan menjadi 8 persen, tetapi berharap kebijakan tersebut tetap adil dan tidak memberatkan pihak aplikasi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menegaskan pentingnya sinergi antara pekerja dan pengusaha. “Kenaikan UMK memang diperlukan, namun kita harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan usaha, agar hubungan antara pekerja dan pengusaha tetap harmonis dan saling menguntungkan,” jelas Bupati Indrata.

Audiensi Kebangsaan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh daerah, antara lain Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, perwakilan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Pacitan Drs. Acep Suherman, MM, serta anggota DPRD Pacitan lainnya, yaitu Baginda Rahardian Pratama, Rachman Widjayanto, Anung Dwi Rismanto, dan Joko Susilo Hadi.

Acara ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi antara semua elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan Pacitan dan Indonesia secara keseluruhan. Para peserta audiensi sepakat untuk terus bekerja bersama guna memajukan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.