Museum Nasional Terbakar, DPR Pertanyakan SOP Pengamanan Gedung

Tim Cek Fakta | Minggu, 17/09/2023 15:27 WIB


Museum Nasional diprioritaskan menjadi model percontohan pengelolaan berbasis badan layanan umum (BLU). Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf. Foto: dpr

JAKARTA - Komisi X DPR RI mempertanyakan penerapan Standard Operational Procedure (SOP) pengamanan gedung sekaligus koleksi museum di Museum Nasional yang terbakar pada Sabtu (16/9/2023).

"(Di museum itu) sedang renovasi gedung tertentu. Ini yang menjadi pertanyaan kami, bagaimana (penerapan) SOP (ketika) renovasi, lalu (bagaimana pengawasan terhadap)  pelaksanaan kontraktornya. Museum ini kan memiliki barang barang yang semuanya adalah barang barang intangible" ucap Anggota Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi seperti dilansir dpr.go.id, Minggu (17/9/2023).

Dede juga mempertanyakan pengelolaan museum secara menyeluruh yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek. Diketahui, ada lima museum di DKI Jakarta termasuk di antaranya adalah Museum Nasional.

Selain itu, Museum Nasional diprioritaskan menjadi model percontohan pengelolaan berbasis badan layanan umum (BLU). Di mana, menurut laporan `Evaluasi 9 Program Prioritas Kemendikbudristek Tahun 2022` oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, BLU Museum Nasional membuat sejumlah kerjasama dengan pihak swasta, termasuk Korea Selatan, Polandia, dan Qatar. Per November 2022, PNBP pada BLU Museum Nasional sebesar Rp4,18 miliar.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

Dede menghargai langkah Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang cepat menanggapi peristiwa kebakaran tersebut dengan mengutamakan penyelamatan arterfak. Akan tetapi, ia menegaskan tindakan tersebut hanya bisa diandalkan saat kondisi darurat saja, bukan merupakan solusi jangka panjang.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

"Prinsipnya, apa yang disampaikan pak menteri terkait selamatkan artefak itu benar. Namun, itu sifatnya darurat saja. Yang kami pertanyakan, (ada anggaran) puluhan miliar untuk membina museum, lalu hasilnya kenapa seperti apa itu? Ini yang jadi pemikiran kami," ungkapnya.

Menutup pernyataanya, mewakili Komisi X DPR, ia akan mengagendakan pertemuan dengan Kemendikbudristek dan stakeholder terkait guna memperoleh informasi secara menyeluruh terkait peristiwa kebakaran tersebut. "Segera kita akan coba jadwalkan untuk memanggil pihak Kementerian untuk mendapatkan update dan langkah langkah yang harus dilakukan (terkait kebakaran museum ini)," tutup Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Museum Nasional Museum terbakar DPR SOP Pengamanan