Iran Beri Hak Istimewa untuk Rusia dan China di Selat Hormuz

M.Habib Saifullah | Sabtu, 30/05/2026 21:01 WIB


Rusia dan China akan menjadi sejumlah negara yang menikmati hak istimewa saat melintas di Selat Hormuz Peta yang menunjukkan Selat Hormuz terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)

TEHERAN - Rusia dan China akan menjadi sejumlah negara yang menikmati hak istimewa saat melintas di Selat Hormuz, kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Ebrahim Azizi.

"Negara-negara strategis, seperti China dan Rusia, akan terus menikmati perlakuan istimewa dan syarat yang menguntungkan pada hal-hal terkait Selat Hormuz," kata Azizi, Sabtu.

Ia mengatakan Rusia dan China senantiasa mendukung Iran dan bekerja sama dengannya, serta secara konsisten bersama Teheran "di masa-masa tersulit".

Karena itu, kata Azizi, kedua negara akan mendapat perhatian khusus saat kapal-kapalnya akan melintas di Selat Hormuz. Hak tersebut akan diberikan untuk kapal dagang ataupun tanker asal Rusia dan China.

Baca juga :
Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang

Lebih lanjut, ketua komisi Parlemen Iran itu menegaskan bahwa Teheran memiliki hak penuh untuk membuat keputusan apapun terkait Selat Hormuz, dan tidak ada satu pihak pun yang boleh mempertanyakan hak tersebut.

Baca juga :
PBB Sebut Serangan Israel di Lebanon Hambat Penyaluran Bantuan

"Selat Hormuz memiliki kepentingan geopolitik yang terkhusus bagi kami," kata dia.

"Kawasan tersebut adalah bagian dari perairan teritorial dan geografis kami. Karena itu, Iran memiliki hak untuk membuat keputusan apapun yang dianggap perlu terkait Selat Hormuz, dan tidak ada yang boleh mempertanyakan hak ini," demikian Azizi.

Baca juga :
Hari Kentang Sedunia 30 Mei: Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Sumber: Sputnik

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perang Iran Selat Hormuz Rusia China Ebrahim Azizi