Pyongyang Disebut Sudah Beri Tanggapan soal Warga AS yang Kabur ke Korea Utara

Yati Maulana | Rabu, 02/08/2023 16:04 WIB


Pyongyang Disebut Sudah Beri Tanggapan soal Warga AS yang Kabur ke Korea Utara Prajurit Angkatan Darat A.S. Travis King muncul di lokasi yang tidak diketahui, foto tak bertanggal diperoleh REUTERS.

JAKARTA - Korea Utara telah memberikan tanggapan yang sangat singkat kepada Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang seorang tentara AS yang berlari melewati perbatasan yang dijaga ketat dengan Korea Selatan pada 18 Juli dan segera ditahan, kata Pentagon pada Selasa, 1 Agustus 2023.

Namun, juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengatakan bahwa Korea Utara hanya mengakui permintaan Komando PBB untuk informasi tentang Travis King Prajurit Angkatan Darat AS dan berhenti memberikan informasi rinci tentang dia.

"Saya dapat memastikan bahwa DPRK telah menanggapi Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi saya tidak memiliki kemajuan substansial untuk dibacakan," kata Ryder dalam konferensi pers, menggunakan akronim nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Saat didesak, Ryder mengatakan bahwa pesan Korea Utara kembali ke Komando PBB hanyalah "pengakuan" atas penyelidikan Komando PBB.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

King berlari ke Korea Utara pada 18 Juli saat melakukan tur ke Zona Demiliterisasi di perbatasan, mendaratkan Amerika Serikat dalam kebingungan diplomatik baru dengan Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

King, yang bergabung dengan Angkatan Darat A.S. pada Januari 2021, pernah bertugas sebagai Pengintai Kavaleri di Pasukan Rotasi Korea, bagian dari komitmen keamanan A.S. untuk Korea Selatan selama puluhan tahun.

Tapi postingannya dirundung masalah hukum.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

Dia menghadapi dua tuduhan penyerangan di Korea Selatan, dan akhirnya mengaku bersalah atas satu contoh penyerangan dan penghancuran properti publik karena merusak mobil polisi selama omelan yang tidak senonoh terhadap warga Korea, menurut dokumen pengadilan.

Dari 24 Mei hingga 10 Juli dia menjalani hukuman kerja paksa di lembaga pemasyarakatan Cheonan sebagai pengganti membayar denda, lapor kantor berita Yonhap.

Setelah dibebaskan dari penjara, yang ditujukan untuk anggota militer AS dan orang asing lainnya, King tinggal di pangkalan AS di Korea Selatan selama seminggu, kata Yonhap.

Seorang petugas penjara Cheonan mengonfirmasi bahwa King telah menjalani hukuman kerja paksa di sana, tetapi menolak memberikan informasi lebih lanjut dengan alasan masalah privasi.

Pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan King akan menghadapi tindakan disipliner militer saat dia kembali ke Fort Bliss, Texas.

Pejabat AS telah menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib King di Korea Utara. Angkatan Darat telah mencatat kasus Otto Warmbier, seorang mahasiswa AS yang dipenjara di Korea Utara selama 17 bulan dan meninggal tak lama setelah ia dikembalikan ke Amerika Serikat dalam keadaan koma pada tahun 2017.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Warga Amerika Menyeberang Korea Utara