Praktek Sekolah Menyenangkan di Inggris, Siswa Jarang Diberi PR

Asrul | Rabu, 03/05/2023 04:04 WIB


Praktek Sekolah Menyenangkan di Inggris, Siswa Jarang Diberi PR Ilustrasi (foto: pijarsekolah)

Jakarta - Merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi S3 di Inggris berbagi praktik sekolah menyenangkan di Inggris.

Mahasiswi S-3 bidang pendidikan di University of Leeds, Corry Caromawati mengatakan bahwa salah satu yang membuat peserta didik betah di sekolah karena guru tidak banyak memberikan pekerjaan rumah (PR).

"Sekolah memberikan PR, tetapi sedikit sekali. Mereka fokus pada kegiatan pembelajaran di sekolah. Anak-anak di dorong belajar sebanyak mungkin di sekolah, sehingga di rumah lebih rileks," ungkap Corry dalam webinar `Berbagi Praktik Baik di UK dan Indonesia` yang digelar Doctrine UK dan Kelas Kreatif Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023.

Ibu dua anak tersebut menuturkan, anaknya yang mengenyam pendidikan sekolah dasar di Inggris hanya mendapatkan pekerjaan rumah satu kali seminggu. Itupun PR-nya membaca buku sesuai kemampuan literasi siswa.

Baca juga :
MUI Minta Wacana War Tiket Haji Dikaji Lebih Mendalam

Hal senada juga diungkapkan mahasiswi University of Manchester, Desmaliza. Dia menuturkan, baru di jenjang sekolah menengah guru memberikan PR lebih banyak kepada siswa.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Saat ini, putra Desmaliza duduk di kelas X pendidikan menengah di Inggris. PR yang didapatkan bersifat project-based learning, bukan hafalan.

"Orang tua diberikan aplikasi untuk memantau apakah putra-putrinya sudah mengerjakan PR, dan sejauh mana capaian mereka," tutur dia.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Desmaliza yang sedang melakukan penelitian tentang praktik pendidikan menengah di Indonesia menilai siswa di Indonesia cenderung takut berbicara dan berbeda pendapat, karena guru yang kurang bersikap terbuka terhadap kritik.

"Hardiknas ini harus jadi momentum untuk seluruh pendidik memperbaiki diri, para guru harus mau menanggapi pendapat, kritik, dan pertanyaan dari para muridnya dengan lebih sabar dan terbuka," tutup dia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hardiknas Inggris Hari Pendidikan