Jepang Sebut Pelanggaran Wilayah Balon Mata-mata China Tidak Dapat Diterima

Yati Maulana | Rabu, 15/02/2023 19:05 WIB


Jepang Sebut Pelanggaran Wilayah Balon Mata-mata China Tidak Dapat Diterima Kepala Sekretaris Kabinet baru Jepang Matsuno Hirokazu saat konferensi pers di Tokyo, Jepang 4 Oktober 2021. Foto: Reuters

JAKARTA - Jepang mengatakan kepada China bahwa pelanggaran wilayah udaranya oleh balon pengintai tanpa awak benar-benar tidak dapat diterima, kata juru bicara pemerintah pada hari Rabu.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya "sangat mencurigai" balon pengintai China telah memasuki wilayah Jepang setidaknya tiga kali sejak 2019.

"Sebagai hasil penyelidikan lebih lanjut terhadap objek terbang berbentuk balon tertentu yang dikonfirmasi di wilayah udara Jepang di masa lalu, diduga kuat bahwa itu adalah balon pengintai tak berawak dari China," kata Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno kepada wartawan.

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan persyaratan penggunaan senjata untuk mempertahankan diri dari intrusi wilayah udaranya, lapor kantor berita Kyodo pada hari Rabu.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Perhatian terhadap intrusi wilayah udara Jepang di masa lalu telah meningkat sejak Amerika Serikat menembak jatuh balon China bulan ini dan memberi tahu pejabat dari 40 negara tentang objek tersebut.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Balon Udara Matamata China Jepang