Tuduh Rusia Rencanakan Kudeta, Moldova Tutup Wilayah Udaranya

Yati Maulana | Selasa, 14/02/2023 22:30 WIB


Tuduh Rusia Rencanakan Kudeta, Moldova Tutup Wilayah Udaranya Pemandangan umum Chisinau, Moldova 6 Maret 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Moldova menutup sementara wilayah udaranya pada Selasa, sehari setelah presiden negara kecil Eropa timur itu menuduh Rusia merencanakan untuk menjatuhkan pemerintahannya.

Rusia membantah tuduhan Presiden Maia Sandu, yang telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang niat Rusia terhadap bekas republik Soviet itu sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Seorang sumber di Bandara Internasional Chisinau mengatakan kepada Reuters bahwa penutupan itu karena masalah keamanan.

"Penumpang yang terhormat, saat ini wilayah udara Republik Moldova ditutup. Kami menunggu dimulainya kembali penerbangan," kata Air Moldova, maskapai penerbangan utama Moldova, di Facebook.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Kantor berita Rusia RIA mengatakan pihak bandara telah mengkonfirmasi bahwa penerbangan telah dibatalkan. Pemerintah Moldova tidak segera berkomentar.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pekan lalu negaranya telah mengungkap rencana intelijen Rusia "untuk penghancuran Moldova". Beberapa hari kemudian, pemerintah Moldova mengundurkan diri.

Moldova mengatakan Jumat lalu bahwa rudal Rusia telah melanggar wilayah udaranya selama serangan terhadap infrastruktur Ukraina dan memanggil duta besar Rusia untuk memprotes.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Presiden Moldova Tuduh Rusia Kudeta