
Pengacara menghadiri pemeriksaan hakim atas rekonstruksi reruntuhan MH17 di Reijen, Belanda, 26 Mei 2021. Foto: Reuters
JAKARTA - Pemerintah Australia pada hari Kamis mengatakan telah mengakui keputusan jaksa internasional untuk menunda penyelidikan mereka atas jatuhnya Malaysia Airlines Penerbangan 17 (MH17) di atas Ukraina pada tahun 2014.
MH17 ditembak jatuh oleh sistem rudal BUK Rusia saat terbang di atas Ukraina timur dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014, menewaskan 298 penumpang dan awak, termasuk 196 warga negara Belanda dan 38 warga negara atau penduduk Australia.
"Invasi ilegal dan tidak bermoral Rusia ke Ukraina dan kurangnya kerja sama dalam penyelidikan telah membuat upaya investigasi yang sedang berlangsung dan pengumpulan bukti tidak mungkin dilakukan saat ini," kata Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan.
"Pengumuman hari ini akan menyusahkan banyak orang," kata Wong, menambahkan Australia tetap berkomitmen untuk melanjutkan kasusnya yang sedang berlangsung dengan Belanda di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.
Australia dan Belanda mengatakan mereka menganggap Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya MH17.
Penuntut internasional pada hari Rabu mengatakan mereka telah menemukan "indikasi kuat" Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui penggunaan sistem rudal Rusia di Ukraina yang menembak jatuh MH17.
Namun, bukti keterlibatan Putin dan pejabat Rusia lainnya tidak cukup meyakinkan untuk mengarah pada hukuman pidana, kata mereka, mengakhiri penyelidikan mereka untuk saat ini.
Pada bulan November, pengadilan Belanda menghukum dua mantan agen intelijen Rusia dan seorang pemimpin separatis Ukraina secara in absentia atas pembunuhan atas peran mereka dalam penembakan MH17, dan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada mereka.
Jum'at, 10/04/2026