Uganda Menyatakan Ebola Jadi Wabah setelah Temukan Kasus Strain Sudan

Yati Maulana | Rabu, 21/09/2022 03:03 WIB


Uganda Menyatakan Ebola Jadi Wabah setelah Temukan Kasus Strain Sudan Seorang petugas kesehatan Uganda menunjukkan pamflet informasi tentang virus Ebola di distrik Kasese, Uganda 15 Juni 2019. Foto: Reuters

JAKARTA - Wabah Ebola telah diumumkan di Uganda setelah otoritas kesehatan mengkonfirmasi kasus strain Sudan yang relatif jarang. Hal itu dikemukakan Kementerian kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa.

Seorang pria berusia 24 tahun di distrik Mubende tengah Uganda menunjukkan gejala dan kemudian meninggal. "Kami ingin memberi tahu negara bahwa kami memiliki wabah Ebola yang kami konfirmasi kemarin," Diana Atwine, sekretaris tetap kementerian kesehatan, mengatakan pada konferensi pers.

Dia mengatakan pasien dengan kasus yang dikonfirmasi mengalami demam tinggi, diare dan sakit perut dan muntah darah. Dia awalnya dirawat karena malaria.

Saat ini ada delapan kasus yang dicurigai menerima perawatan di fasilitas kesehatan, kata kantor WHO Afrika dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa itu membantu otoritas kesehatan Uganda dengan penyelidikan mereka dan mengerahkan staf ke daerah yang terkena dampak.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

"Uganda tidak asing dengan pengendalian Ebola yang efektif. Berkat keahliannya, tindakan telah diambil untuk mendeteksi virus dengan cepat dan kami dapat mengandalkan pengetahuan ini untuk menghentikan penyebaran infeksi," kata Matshidiso Moeti, direktur regional WHO Afrika.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

WHO mengatakan ada tujuh wabah sebelumnya dari jenis Ebola Sudan, empat di Uganda dan tiga di Sudan.

Dikatakan bahwa Uganda terakhir melaporkan wabah virus Ebola Sudan pada 2012 dan wabah virus Ebola Zaire pada 2019.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

WHO mengatakan vaksinasi cincin orang berisiko tinggi dengan vaksin Ervebo sangat efektif dalam mengendalikan penyebaran Ebola dalam wabah baru-baru ini di Republik Demokratik Kongo dan di tempat lain tetapi vaksin ini hanya disetujui untuk melindungi terhadap strain Zaire.

Vaksin lain yang diproduksi oleh Johnson & Johnson (JNJ.N) mungkin efektif tetapi belum diuji secara khusus terhadap strain Sudan, tambahnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Wabah Ebola Uganda Strain Sudan