Pensiunan Polisi Perancis Penyerang Gadis-Gadis Berjilbab Hadapi Tuntutan

akhyar | Rabu, 14/09/2022 21:15 WIB


Pensiunan Polisi Perancis Penyerang Gadis-Gadis Berjilbab Hadapi Tuntutan  Ilustrasi (foto: express.co.uk)

JAKARTA - Seorang pensiunan perwira polisi Perancis yang dituduh menyerang dua gadis sekolah menengah yang mengenakan jilbab akan muncul di pengadilan Rabu untuk menghadapi dakwaan, menurut pengacara.

Rekaman serangan, yang terjadi awal tahun ini di kota selatan Perancis, Montpellier, beredar luas di media sosial selama pemilihan presiden baru-baru ini.

Persidangan dilakukan sekitar lima bulan setelah tersangka ditangkap pada bulan April.

Tersangka dituduh menyerang gadis-gadis itu dan menargetkan keyakinan agama mereka di sebuah taman.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna dari Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional

Pengacara Nabil Boudi mengatakan tersangka mengarahkan "pernyataan yang jelas tidak pantas pada gadis-gadis muda" karena jilbab mereka menunjukkan afiliasi agama mereka.

Baca juga :
Hukum Dzikir Berjamaah Suara Keras Menurut Tuntunan Rasulullah

Dugaan agresi itu terjadi pada saat perdebatan tentang masalah pemakaian cadar dan Islamofobia di Perancis ditampilkan dalam banyak pesan kampanye kandidat.

Sekitar 8% dari populasi Perancis atau sekitar 6 juta orang adalah Muslim

Baca juga :
Prediksi Starting XI Barcelona vs Rayo Vallecano
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Polisi Perancis menyerang Jilbab Islamofobia