
SR017 Laris Dibeli Investor, Cek Imbal Hasil dan Selisih Bunga Deposito, Lebih Untung! FOTO: SHUTTERSTOCK
JAKARTA - Investor ritel nampak terus memburu Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR017.
Hingga Kamis pagi (1/9/2022) per pukul 08.00 WIB, penjualan SR017 tercatat telah menembus Rp14 triliun, atau tersisa sekitar Rp6 triliun lagi dari kuota nasional atau target penerbitan SR017 yang telah ditambah menjadi sebesar Rp20 triliun.
SR017 mulai ditawarkan pemerintah sejak 19 Agustus dan akan ditutup 14 September 2022 pada pukul 10.00 WIB.
Pemerintah memiliki ruang untuk menutup masa penawaran SR017 jika target penerbitan sudah diperoleh dan tidak dilakukan penambahan target lagi.
Masih ragu mau membeli SR017? Tidak perlu ragu, sebab SR017 termasuk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang dijamin oleh negara.
Investasi SR017 juga cocok untuk investor pemula karena nilai minimal pembelian SR017 terjangkau mulai Rp1 juta atau 1 unit, dan nilai maksimal pembeliannya SR017 ditetapkan Rp5 miliar atau 5.000 unit per investor.
Nilai maksimal pembelian SR017 lebih besar Rp3 miliar dibandingkan Sukuk Ritel seri sebelumnya yakni SR016 yang maksimal pembeliannya Rp2 miliar per investor.
Terkait keuntungan atau imbal hasil, Kementerian Keuangan menetapkan imbal hasil SR017 sebesar 5,9% bersifat tetap (fixed) per tahun dengan jangka waktu 3 tahun dan akan jatuh tempo pada 10 September 2025.
Kupon SR017 Menarik
Mengapa SR017 laris diburu investor? Menurut riset Tim Analis Bareksa, SR017 ini juga dapat menjadi pilihan investasi aman untuk semua jenis profil risiko karena sifatnya yang dijamin negara, serta menguntungkan.
Imbal hasil atau kupon SR017 ditawarkan sebesar 5,9% per tahun, tertinggi dibandingkan SBN Ritel 2022 yang telah terbit sebelumnya.
Setelah dipotong pajak 10%, imbal hasil bersih (net) SR017 menjadi 5,31% per tahun, lebih tinggi dibandingkan bunga deposito bank.
Penawaran dan Kupon SBN Ritel 2022
1. ORI021
Masa Penawaran: 24 Jan - 17 Feb
Imbal Hasil Bersih (%): 4,41
Bunga Bersih Deposito (%): 1,90
Selisih (%): 2,51
2. SR016
Masa Penawaran: 25 Feb - 17 Maret
Imbal Hasil Bersih (%): 4,46
Bunga Bersih Deposito (%): 1,88
Selisih (%): 2,58
3. SBR011
Masa Penawaran: 25 Mei - 16 Juni
Imbal Hasil Bersih (%): 4,95
Bunga Bersih Deposito (%): 1,93
Selisih (%): 3,02
4. SR017
Masa Penawaran: 19 Agust - 14 Sept
Imbal Hasil Bersih (%): 5,31
Bunga Bersih Deposito (%): 1,93
Selisih (%): 3,38
Sumber : Kemenkeu, Pusat Data Kontan, Bareksa Research Team
Dikutip dari Bareksa, berdasarkan tabel tersebut, nilai kupon bersih pada penerbitan SBN Ritel tahun ini konstan mengalami kenaikan, meski bunga deposito cenderung stagnan karena tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia masih ditahan di level 3,5%, yang kemudian baru naik jadi 3,75% (23/8/2022) setelah kupon SR017 ditetapkan.
Hal ini menyebabkan selisih antara kupon SBN dengan deposito semakin menarik.
10 Keuntungan Berinvestasi di SR017
Apa saja keuntungan yang akan diperoleh investor jika berinvestasi SR017? Memorandum Informasi Sukuk Negara Ritel seri SR017 yang diterbitkan pemerintah menyebutkan ada 10 keuntungan berinvestasi di SR017.
1. Pembayaran imbalan/kupon dan nilai nominal Sukuk Negara Ritel seri SR017 telah dijamin oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya, sehingga tidak mempunyai risiko gagal bayar.
2. Pada saat diterbitkan (pasar perdana) imbalan/kupon SR017 ditetapkan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga deposito bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
3. Imbalan/kupon dengan jumlah tetap (fixed coupon) sampai pada Tanggal Jatuh Tempo.
4. Imbalan/kupon dibayar setiap bulan.
5. Kemudahan akses untuk melakukan pemesanan pembelian melalui Sistem Elektronik.
6. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan mekanisme transaksi di Bursa Efek melalui sistem ETP (electronic trading platform) dan transaksi di luar Bursa Efek (over the counter).
7. Berpotensi memperoleh capital gain dalam hal SR017 dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder.
8. Dapat dipinjamkan atau digadaikan kepada pihak lain, termasuk jaminan dalam rangka transaksi efek, sesuai kebijakan dan mengikuti ketentuan serta persyaratan yangberlaku pada masing-masing pihak.
9. Berpartisipasi dalam aktivitas pasar keuangan dengan cara dan metode yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
10. Turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional. (*)
Jum'at, 10/04/2026