Benarkah Bansos Picu Harga Telur? Ini Klarifikasi Mensos

Eko Budhiarto | Rabu, 24/08/2022 16:49 WIB


Benarkah Bansos Picu Harga Telur? Ini Klarifikasi Mensos
  Illustrasi

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyampaikan klarifikasi soal pengaruh penyaluran bantuan sosial reguler dalam Program Bantuan Pangan Non-Tunai atau Kartu Sembako terhadap kenaikan harga telur.

Di Jakarta, Rabu (24/8/2022) Menteri Sosial menyatakan bahwa Kementerian Sosial menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) senilai Rp200.000 per bulan per keluarga manfaat dalam bentuk uang tunai, bukan telur.

"Yang jelas saya enggak bantu telur, karena enggak mungkin. Gimana cara baginya orang jutaan jumlahnya, kita bagi pecah sampai sana. Kita bantu uang ya," katanya.

Keluarga penerima manfaat, ia melanjutkan, bisa menggunakan bantuan dana tersebut untuk membeli bahan pangan pokok, termasuk membeli telur.

Baca juga :
Tata Cara Mandi Sunnah Jumat Agar Berpahala Sempurna

"Enggak ada kita menyiapkan (telur). Bagaimana caranya sekian juta orang kali... Taruh lah satu orang satu kilo saja, 10 juta kilo. Bagaimana dengan 18 juta orang?" katanya.

Baca juga :
Langgar Aturan, Google Didenda Sebesar Rp182 Triliun

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat memantau harga bahan pangan pokok di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Jumat (19/8), menyebut program bantuan Kementerian Sosial yang mencakup pembagian telur menyebabkan permintaan telur ayam meningkat sehingga harganya menjadi naik.

Dia mengemukakan hal itu menyusul kenaikan harga telur ayam menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram di pasar-pasar tradisional di sejumlah daerah.

Baca juga :
Kemenhub dan Pelindo Akan Uji Coba E-Pilotage di Empat Lokasi

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Tri Rismaharini bantuan sosial harga telur