Tanpa Suaka, Gotabaya Dibolehkan Tinggal di Singapura hingga 11 Agustus

Yati Maulana | Rabu, 27/07/2022 17:30 WIB


Tanpa Suaka, Gotabaya Dibolehkan Tinggal di Singapura hingga 11 Agustus Gotabaya Rajapaksa dari Sri Lanka menyanyikan lagu kebangsaan selama perayaan Hari Kemerdekaan ke-74 negara itu di Kolombo, Sri Lanka 4 Februari 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Singapura mengizinkan mantan presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa untuk tinggal di republik pulau itu selama 14 hari tambahan, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, Rabu.

Izin kunjungan jangka pendek yang dikeluarkan ketika Rajapaksa tiba dalam kunjungan pribadi dua minggu lalu telah diperpanjang, dua sumber terpisah di Kolombo dan Singapura, keduanya mengetahui masalah tersebut, mengatakan kepada Reuters.

Rajapaksa sekarang dapat tinggal di Singapura hingga 11 Agustus.

Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan di Singapura tidak menanggapi permintaan konfirmasi perpanjangan masa tinggal.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Rajapaksa mendarat di Singapura pada 14 Juli, sehari setelah melarikan diri dari negaranya yang dilanda krisis melalui Maladewa dan menyusul pemberontakan rakyat yang memaksanya mengundurkan diri sebagai presiden.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Pada saat itu, pemerintah Singapura mengatakan dia belum diberikan suaka, dan berada di negara itu untuk kunjungan pribadi. Baca selengkapnya

"Saya yakin dia pada akhirnya akan mempertimbangkan untuk kembali ke Sri Lanka, tetapi tidak ada sikap politik atau sikap lain yang pasti mengenai hal ini," kata juru bicara pemerintah Sri Lanka Bandula Gunwardena, Selasa.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Enam kali perdana menteri Ranil Wickremesinghe mengambil alih sebagai presiden menyusul kemenangan dalam pemungutan suara parlemen setelah Rajapaksa meninggalkan negara itu dan mengundurkan diri.

Negara berpenduduk 22 juta orang itu telah dilumpuhkan oleh krisis ekonomi yang menghancurkan selama beberapa bulan, dengan kekurangan bahan bakar, makanan dan kebutuhan lainnya karena cadangan devisa yang dibutuhkan untuk impor penting turun ke rekor terendah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sri Lanka Presiden Mundur Melarikan Diri