
Polisi berada di tempat kejadian di dekat San Antonio di mana puluhan migran ditemukan tewas di sebuah truk pada 27 Juni (foto: AP/ vox.com)
JAKARTA - Jumlah kematian naik menjadi 53 dalam tragedi traktor-trailer di negara bagian Texas, AS setelah dua migran lagi meninggal, menurut Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS pada hari Rabu.
Sebelas tetap dirawat di rumah sakit, Tanya Roman, juru bicara Kantor Urusan Publik, mengatakan.
"Korban yang teridentifikasi saat ini berasal dari Meksiko, Guatemala, dan Honduras," kata Roman. "Informasi tentang korban selamat yang tersisa akan diberikan jika tersedia".
Pihak berwenang menemukan hampir 40 migran yang meninggal di dalam bagian belakang truk di San Antonio di tengah suhu tinggi pada Senin. Mereka mengatakan para korban menderita penyakit yang berhubungan dengan panas.
Investigasi Keamanan Dalam Negeri telah meluncurkan penyelidikan dengan dukungan Departemen Kepolisian San Antonio atas tragedi tersebut.
Polisi mengatakan suhu di Texas tengah selatan mencapai 103 derajat Fahrenheit (39,4 derajat Celcius) ketika mayat-mayat itu ditemukan.
Angka baru tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh pejabat kepada The Washington Post dan sebuah stasiun televisi lokal.
Presiden Joe Biden menggambarkan kematian itu sebagai "mengerikan dan memilukan," dan mengatakan tragedi itu "menggarisbawahi kebutuhan untuk mengejar industri penyelundupan kriminal multi-miliar dolar yang memangsa para migran dan menyebabkan terlalu banyak kematian tak berdosa."
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026