Taliban Minta Lebih Banyak Bantuan Medis setelah Dilanda Gempa Mematikan

| Sabtu, 25/06/2022 19:05 WIB


Taliban Minta Lebih Banyak Bantuan Medis setelah Dilanda Gempa Mematikan Sebuah masjid rusak setelah gempa di desa Wor Kali di distrik Barmal provinsi Paktika, Afghanistan, 25 Juni 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Pasokan medis vital mencapai rumah sakit pada hari Sabtu di daerah terpencil Afghanistan yang dilanda gempa bumi yang menewaskan lebih dari 1.000 orang minggu ini. Pemerinta Taliban di negara meminta lebih banyak bantuan internasional.

Pihak berwenang telah membatalkan pencarian korban selamat di wilayah pegunungan tenggara dekat perbatasan Pakistan setelah gempa berkekuatan 6,1 pada Rabu, yang melukai sekitar 2.000 orang dan merusak atau menghancurkan 10.000 rumah.

Gempa susulan pada hari Jumat menewaskan sedikitnya lima orang lagi di daerah sekitar 160 km (100 mil) tenggara ibukota, Kabul, dan staf medis mengatakan fasilitas kesehatan yang belum sempurna menghambat upaya mereka untuk membantu yang terluka.

"Yang luka-luka yang kondisinya parah dan perlu dioperasi, (yang) tidak bisa kami lakukan di sini, sudah dikirim ke Kabul," kata Abrar, yang akrab dipanggil manajer sebuah rumah sakit di Paktika, yang terparah yang terkena dampak di provinsi itu.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Bencana tersebut merupakan ujian besar bagi para penguasa garis keras Taliban Afghanistan, yang telah dijauhi oleh banyak pemerintah asing sejak mereka menguasai negara itu tahun lalu karena kekhawatiran tentang hak asasi manusia.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Afghanistan telah terputus dari banyak bantuan internasional langsung karena sanksi Barat, memperdalam krisis kemanusiaan di petak-petak negara bahkan sebelum gempa minggu ini.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara lain telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan lebih banyak lagi yang akan tiba dalam beberapa hari mendatang, dan Taliban pada hari Sabtu meminta pengiriman bantuan lebih lanjut untuk membantu korban gempa.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

"Kami menyerukan semua organisasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat," kata Mohammad Amin Hozifa, juru bicara pemerintah provinsi Paktika.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada hari Sabtu bahwa negara itu akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai 50 juta yuan ($ 7,5 juta) ke Afghanistan termasuk tenda, handuk, tempat tidur dan bahan lainnya untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gempa Afghanistan Korban Tewas Terus Bertambah