Kementan Terus Dorong Kemampuan Petani agar Tingkatkan Produktivitas

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 01/06/2022 12:00 WIB


Petani sudah tidak bisa hanya sekadar tanam, panen dan jual. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Foto: VOI.id)

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani. Dengan cara ini, petani dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, peningkatan pengetahuan dan kapasitas sangat penting untuk dilakukan agar petani mampu meningkatkan pendapatan dari usaha taninya.

"Dengan pengetahuan yang semakin meningkat, tentu kita berharap petani juga bisa bertambah pendapatannya," kata mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan itu.

Demikian juga seperti yang dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi bahwa petani harus menguasi di sektor hulu dan hilir.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

"Petani sudah tidak bisa hanya sekadar tanam, panen dan jual. Mereka juga harus memikirkan bagaimana meningkatkan produktivitas dan mengemas dengan baik agar nilai jual hasil pertanian bisa meningkat," kata Dedi.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani, Kementan telah menyediakan sejumlah program, di antaranya Sekolah Lapang Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). 

Mentup bulan Mei 2022, kegiatan SL IPDMIP tahap I tahun 2022 dilaksanakan di Kelompok Tani Mulya Sanepa, Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

Peserta SL terdiri dari 25 orang  yang merupakan anggota kelompok tani hamparan di Mulya Sanepa. Kegiatan dipandu oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Cilangkap, koordinator penyuluh Kecamatan Buahdua dan Jafung kabupaten.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak melakukan pengamatan agroekosistem di lahan laboratorium lapangan, yaitu sawah milik Jajang Sopian seluas 0,5 hektare.

Pengamatan dibagi menjadi 5 subkelompok dengan mengamati perkembangan tanaman padi masing-masing sebanyak 5 ajir sebagian mencatat di pinggir pematang.

Sesudah pengamanan peserta SL mendiskusikan hasil pengamatan nya bersama sub kelompok masing-masing dan menggambarkan hasil pengamatan pada ATK yang telah disediakan

Selesai menganalisis, peserta diwajibkan memaparkan di depan peserta yang lain hasil temuannya beserta kesimpulan dan saran sesuai dengan apa yang mereka temui di lahan pengamatan.

Setelah selesai adu argumentasi dari masing-masing sub kelompok pemandu atau PPL memberikan saran dan penjelasan, sekaligus memberikan materi yang telah di jadwalkan di dampingi oleh koordinator penyuluh dan dari jafung kabupaten.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementan Syahrul Yasin Limpo Sekolah Lapang IPDMIP