Bertemu Presiden CECF, Sultan: Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Lintas Agama Dunia

Tim Cek Fakta | Sabtu, 28/05/2022 21:07 WIB


Membangun relasi Islam dan Barat khususnya Amerika adalah sama pentingnya dengan merawat toleransi antar umat beragama di Indonesia. Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamuddin dan Aktivis Islam Amerika Serikat Imam Bashar Arafat. Foto: dpd/katakini.com

JAKARTA - Sebelum menuntaskan Kunjungan Kerja di Amerika Serikat, Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bersama rombongan melanjutkan Silaturahmi kenegaraannya bersama tokoh dan aktivis Islam Amerika di Washington DC, Imam Bashar Arafat, setalah sebelumnya menghadiri undangan Imam Besar Masjid New York, Imam Syamsi Ali.

Bersama Imam Besar di Washington DC yang juga merupakan Founder and President of Civilization Exchange and Cooperation Foundation (CECF) di Washington DC itu, Sultan secara khusus mendiskusikan salah satu isu penting dalam geopolitik, tentang hubungan Islam dan Amerika kontemporer.

"Membangun relasi Islam dan Barat khususnya Amerika adalah sama pentingnya dengan merawat toleransi antar umat beragama di Indonesia. Kemanusiaan mendapatkan tempat yang istimewa dalam Islam, sehingga isu ini harus menjadi misi bersama yang melampaui sekat-sekat sosial, politik dan ideologi," ujar Sultan melalui keterangan resminya yang diterima katakini.com di Jakarta, Sabtu (28/5/2022).

Selama ini, lanjutnya, terdapat perspektif dan stigma yang keliru terhadap sikap AS atas Islam. Hal ini seringkali menyebabkan kesalahpahaman tokoh dan ulama yang tidak toleran dan open minded dalam menilai AS sebagai sebuah bangsa yang memiliki penghormatan yang tinggi terhadap nilai-nilai Islam.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Sehingga kita membutuhkan peran para intelektual Islam yang mampu menjembatani persamaan-persamaan prinsip antara Islam dan AS. Imam Bashar Arafat adalah salah satu tokoh Islam AS yang konsen menyediakan ruang dialog intensif bagi semua kalangan Umat beragama sedunia", urainya.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Lebih lanjut, Sultan menerangkan bahwa sebagai negara yang plural dan toleran, Indonesia diminta untuk bersedia melangsungkan konferensi Pemuda Lintas Agama Dunia oleh President CECF, Imam Bashar Arafat. Prinsip Islam rahmatan Lil alamin harus menjadi doktrin penting bagi generasi muda Islam dalam menjalin kolaborasi dan pergaulan lintas agama di masa depan.

"Indonesia akan menjadi tuan rumah sekaligus contoh bagi dunia Islam dalam membangun persamaan dan kesetaraan kemanusiaan universal. Pertukaran pemuda Islam RI-AS akan menjadi agenda moderasi dalam beragama ke depannya", tutup senator asal Bengkulu itu.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Diketahui, kunjungan kerja Sultan bersama Komite IV DPD RI telah memasuki hari ketiga. Delegasi senator RI ini dilaporkan telah melakukan silaturahmi dengan mahasiswa Indonesia di Columbia university, diskusi dgn presiden hatford university, courtesy call dengan dubes indonesia amerika di KBRI washington DC serta memenuhi undangan Senator negara bagian Connecticut, Dr. Saud Anwar.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
DPD Sultan Najamuddin Bashar Arafat Syamsi Ali