Perdana Menteri Israel Menerima Surat Ancaman

akhyar | Rabu, 27/04/2022 10:40 WIB


Badan keamanan internal Shin Bet Israel dan polisi sedang bekerja untuk menentukan sumber surat itu.

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menerima surat ancaman Selasa berisi peluru, media lokal melaporkan.

Perusahaan Penyiaran Publik Israel (KAN) melaporkan bahwa polisi telah meluncurkan penyelidikan atas surat tersebut, yang dikirim ke rumah Bennett di kota Ra`anana di Israel tengah.

Badan keamanan internal Shin Bet Israel dan polisi sedang bekerja untuk menentukan sumber surat itu.

Shin Bet juga meningkatkan keamanan untuk keluarga Bennett.

Baca juga :
KPK Telusuri Penunjukkan Mitra PT Telkom dalam Korupsi Digitalisasi SPBU

“Tidak peduli seberapa dalam perselisihan politik, itu tidak boleh mencapai tingkat kekerasan, intimidasi, dan ancaman kematian,” kata Bennett dalam sebuah posting di Twitter.

Baca juga :
Cara membuka blokir akun Kopra by Mandiri (Kopra Cash Management)

“Kita perlu melakukan segalanya, sebagai pemimpin dan sebagai warga negara yang masa depan dan masa depan anak-anaknya ada di negara ini, agar fenomena seperti itu tidak ada.

“Kita semua adalah manusia. Argumen dan ketidaksepakatan - ya. Penindasan dan ancaman - tidak," katanya.

Baca juga :
Komisi V Minta Alokasi Anggaran Pembenahan Keselamatan Kereta Jadi Prioritas

“Selain menjadi politisi dan Perdana Menteri, saya juga seorang suami dan ayah. Jadi saya harus melindungi istri dan anak-anak saya juga,” katanya.

Dia meminta para politisi, terutama mereka yang aktif menggunakan media sosial, untuk tenang dan rekonsiliasi.

Polisi Israel telah mengambil tindakan terhadap beberapa warga dengan alasan bahwa mereka telah mengancam Bennett sebelumnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Naftali Bennett ancaman peluru Israel

Terpopuler