Tenggelamnya Kapal Moskva Menyisakan Duka Bagi Rusia

Akhyar Zein | Sabtu, 16/04/2022 07:38 WIB


Moskva adalah simbol harapan, kebangkitan, dan kekuatan Tragedi kapal penjelajah rudal Moskva yang tenggelam menyisakan duka bagi Rusia (foto: gettyimages.com)

JAKARTA - Tragedi tenggelamnya kapal penjelajah rudal Moskva menyisakan duka bagi Rusia. Puluhan orang berkumpul di Kota Sevastopol, Krimea pada Jumat (15/4), untuk menyampaikan duka atas tenggelamnya kapal perang Rusia di Laut Hitam tersebut.

Moskva adalah simbol harapan, kebangkitan, dan kekuatan, kata mereka

Sejumlah orang saling merangkul dan beberapa lainnya meletakkan karangan bunga untuk mengenang kapal peluncur rudal itu, di monumen pendirian angkatan laut Rusia pada 1696 di Sevastopol, markas armada Laut Hitam Rusia.

Rusia, yang mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, mengatakan kapal itu tenggelam saat ditarik di tengah badai setelah terbakar akibat ledakan amunisi.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Sementara itu Ukraina mengatakan salah satu rudalnya menghantam kapal itu dan membuatnya tenggelam.

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Reuters tidak bisa memastikan situasi yang sebenarnya saat kapal itu tenggelam.

"Bahkan bagi mereka yang tidak berada di kapal itu, Moskva adalah simbol bagi siapa pun, simbol kekuatan, harapan kami, simbol kebangkitan armada pada 1990-an, menyusul keruntuhan Uni Soviet," kata Kapten Sergei Gorbachev, yang berbicara kepada massa dengan memakai seragam angkatan lautnya.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

"Akan ada kejayaan, akan ada tragedi, namun kenangan itu tetap ada," kata Gorbachev.

Massa, yang sebagian di antaranya adalah orang-orang yang pernah bertugas di kapal itu, berdiri mengheningkan cipta. Beberapa dari mereka mengenakan pita St George, simbol militer Rusia.

"Hilangnya sebuah kapal, apalagi kapal utama, adalah tragedi bagi puluhan ribu orang yang bertugas di sana selama lebih dari 20 tahun," kata pendeta Georgiy Ployakov.

Rusia mengerahkan tentaranya ke Ukraina pada 24 Februari dalam aksi militer yang mereka sebut sebagai "operasi khusus".

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Moskva penjelajah rudal kekuatan Sevastopol tenggelam