
Presiden Rusia, Vladimir Putin . (foto: Sputnik/AFP]
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit pada hari Senin yang memperkenalkan pembatasan visa bagi warga negara dari negara-negara yang dianggap Moskow "tidak ramah" sebagai tanggapan atas sanksi atas Ukraina.
Keputusan tersebut, yang mulai berlaku pada hari Senin, menangguhkan rezim penerbitan visa yang disederhanakan Rusia dengan beberapa negara Uni Eropa serta Norwegia, Swiss, Denmark, dan Islandia.
Itu juga memerintahkan kementerian luar negeri Rusia dan badan-badan lain untuk memutuskan memperkenalkan pembatasan masuk pribadi pada "warga negara asing dan orang-orang tanpa kewarganegaraan yang melakukan tindakan tidak bersahabat terhadap Rusia, warganya atau badan hukumnya."
Bulan lalu pemerintah Rusia menyetujui daftar negara-negara yang tidak bersahabat termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, negara-negara Uni Eropa dan Ukraina.
Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya operasi khusus untuk menurunkan kemampuan militer tetangga selatannya dan membasmi orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya.
Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan keras dan Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya untuk memaksanya menarik pasukannya.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026