Rusia Berlakukan Pembatasan Visa pada Warga Negara yang Tidak Bersahabat

Yati Maulana | Selasa, 05/04/2022 12:12 WIB


Keputusan yang mulai berlaku hari ini menangguhkan penerbitan visa yang disederhanakan dengan beberapa negara Uni Eropa. Presiden Rusia, Vladimir Putin . (foto: Sputnik/AFP]

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit pada hari Senin yang memperkenalkan pembatasan visa bagi warga negara dari negara-negara yang dianggap Moskow "tidak ramah" sebagai tanggapan atas sanksi atas Ukraina.

Keputusan tersebut, yang mulai berlaku pada hari Senin, menangguhkan rezim penerbitan visa yang disederhanakan Rusia dengan beberapa negara Uni Eropa serta Norwegia, Swiss, Denmark, dan Islandia.

Itu juga memerintahkan kementerian luar negeri Rusia dan badan-badan lain untuk memutuskan memperkenalkan pembatasan masuk pribadi pada "warga negara asing dan orang-orang tanpa kewarganegaraan yang melakukan tindakan tidak bersahabat terhadap Rusia, warganya atau badan hukumnya."

Bulan lalu pemerintah Rusia menyetujui daftar negara-negara yang tidak bersahabat termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, negara-negara Uni Eropa dan Ukraina.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya operasi khusus untuk menurunkan kemampuan militer tetangga selatannya dan membasmi orang-orang yang disebutnya nasionalis berbahaya.

Baca juga :
Tak Ingin Kejar Rekor Pribadi, Teja Pilih Fokus Juara Musim Ini

Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan keras dan Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya untuk memaksanya menarik pasukannya.

Baca juga :
MUI Minta Wacana War Tiket Haji Dikaji Lebih Mendalam
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Vladimir Putin. Sanksi Barat Perang Rusia Ukraina