Erdogan Sebut Seruan Referendum Presiden Ukraina Langkah Cerdas

Yati Maulana | Sabtu, 26/03/2022 09:20 WIB


Meski mendukung Ukraina dan mengkritik Rusia, Ankara menentang sanksi terhadap Moskow. Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto: Reuters

JAKARTA - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan komentar mitranya dari Ukraina tentang perlunya referendum untuk kompromi dengan Rusia adalah "kepemimpinan yang cerdas", seperti dikutip penyiar NTV dan media lainnya pada hari Jumat.

Berbicara kepada wartawan dalam penerbangan kembali dari pertemuan puncak NATO di Brussels, Erdogan juga mengatakan Turki tidak dapat menjatuhkan sanksi kepada Rusia karena kebutuhan energi dan kerja samanya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Senin setiap kompromi yang disepakati dengan Rusia untuk mengakhiri perang perlu dipilih dalam referendum.

Erdogan mengatakan dia akan mengadakan panggilan terpisah dengan rekan-rekan Ukraina dan Rusia dalam beberapa hari mendatang untuk mengevaluasi KTT.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Anggota NATO Turki berbagi perbatasan laut dengan Ukraina dan Rusia di Laut Hitam, memiliki hubungan baik dengan keduanya dan telah menawarkan untuk menengahi konflik. Meski mendukung Ukraina dan mengkritik Rusia, Ankara menentang sanksi terhadap Moskow.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

“Kami membeli hampir setengah dari gas alam yang kami gunakan dari Rusia. Secara terpisah, kami membuat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyy kami dengan Rusia. Kami tidak dapat mengesampingkan ini,” kata Erdogan.

"Jadi tidak ada yang bisa dilakukan di sini. Kita harus menjaga kepekaan kita terhadap masalah ini. Pertama, saya tidak bisa meninggalkan orang-orang saya di musim dingin. Kedua, saya tidak bisa menghentikan industri kita. Kita harus mempertahankan ini," dia menambahkan.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Dia juga mengatakan negosiator Ukraina dan Rusia dapat menyepakati empat dari enam masalah utama yang dibahas selama pembicaraan damai, tetapi sengketa wilayah di wilayah timur Donbass dan Krimea tetap ada.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Presiden Turki Erdogan Presiden Ukraina Referendum