Jamaika Hendak Menghapus Hubungan Dengan Inggris

akhyar | Kamis, 24/03/2022 21:58 WIB


Inggris menguasai Jamaika selama lebih dari 300 tahun, memaksa ratusan ribu budak Afrika untuk bekerja keras di sana di bawah kondisi yang brutal. Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness pada Rabu (23/3), mengatakan kepada Pangeran William dan istrinya Kate Inggris bahwa negaranya akan memutuskan hubungan dengan kerajaan Inggris.(foto: newsdelivers.com)

JAKARTA - "Kami ingin memenuhi ambisi dan takdir kami yang sebenarnya sebagai negara yang mandiri, maju, dan makmur." Demikian kata Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness, pada Rabu (23/3), kepada Pangeran William dari Inggris dan istrinya Kate. 

Holness mengatakan bahwa bangsanya hendak memutus hubungan dengan monarki Inggris.

Bekas koloni Inggris itu akan menjadi pulau Karibia kedua yang memutus hubungan dengan Ratu Elizabeth II dalam beberapa tahun ini. Barbados sebelumnya telah melakukan pemutusan hubungan pada November lalu.

Pasangan kerajaan, yang mengapit Holness di kedua sisi ketika dia membuat pengumuman itu, tidak bereaksi langsung, hanya beberapa kali mengangguk singkat.

Baca juga :
K3 MPR RI Kaji Pasal 33 UUD 1945, Dorong Ekonomi Berkeadilan

Inggris menguasai Jamaika selama lebih dari 300 tahun, memaksa ratusan ribu budak Afrika untuk bekerja keras di sana di bawah kondisi yang brutal.

Baca juga :
WHO Desak Negara Cabut Larangan Pembatasan Perjalanan Akibat WHO

Jamaika memperoleh kemerdekaannya pada Agustus 1962 tetapi tetap dalam bagian dari wilayah persemakmuran Inggris.

Baca juga :
Suhu Global Memanas, PBB Desak Percepatan Aksi Iklim
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Jamaika monarki pemutusan hubungan persemakmuran