Rusia Memiliki Aset Keuangan Sekitar $3 Miliar di Bahama

Yati Maulana | Minggu, 20/03/2022 04:10 WIB


Tidak disebutkan bagian mana dari aset-aset itu yang ditahan di bawah sanksi Rusia. Mata uang Dollar. Foto: The Korea Herald

JAKARTA - Lembaga keuangan di Bahama memiliki aset sekitar $3 miliar yang pemiliknya terkait dengan Rusia, kata bank sentral negara Karibia itu pada Jumat malam.

Bahama, pada 12 Maret memerintahkan penghentian semua transaksi dengan entitas Rusia yang telah dikenai sanksi oleh negara-negara Barat.

Bank sentral menemukan $420 juta dalam bentuk deposito dan $2,5 miliar dalam penyimpanan atau aset perwalian "dengan pemilik manfaat utama dari atau terhubung ke Rusia" di lembaga keuangan Bahama yang memiliki lisensi untuk melayani klien asing.

Angka-angka itu hanya berlaku untuk perbankan internasional dan sektor kepercayaan, yang melayani klien di luar negeri, dan tidak termasuk aset Rusia yang dapat disimpan di bank Bahama yang melayani penduduk lokal, kata bank sentral.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Tidak disebutkan bagian mana dari aset-aset itu yang ditahan di bawh sanksi Rusia.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Negara Bahama secara vokal mengutuk invasi Rusia ke Ukraina, tetapi tampaknya tetap berkonflik tentang seberapa agresifnya dapat berpartisipasi dalam upaya sanksi tanpa merusak ekonominya yang relatif kecil.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Aset Rusia Sanksi Invasi Bank Sentral Bahama