
Ilustrasi investasi emas. FOTO: SHUTTERSTOCK
JAKARTA - Perdagangan IHSG sempat amblas setelah Rusia mengumumkan menyerang Ukraina, emas jadi pilihan aset safe haven?
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina untuk membela separatis di wilayah timur negara itu.
"Saya telah membuat keputusan operasi militer," katanya dalam pernyataan mengejutkan yang disiarkan televisi sesaat sebelum pukul 6 pagi waktu setempat seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (24/2/2022).
Dalam pidatonya itu, Putin mengklaim bahwa operasi militer itu dimaksudkan untuk melindungi warga sipil.
Dilansir dari Associated Press, Kamis (24/2/2022), Putin mengatakan tindakan itu dilakukan sebagai tanggapan atas ancaman yang datang dari Ukraina. Dia menambahkan bahwa Rusia tidak memiliki tujuan untuk menduduki Ukraina.
Putin mengatakan tanggung jawab atas pertumpahan darah terletak pada "rezim" Ukraina. Merespons pengumuman Putin tersebut pasar saham nasional ambrol.
Dikutip dari bareksa.com, pada perdagangan Kamis (24/2/2022) pagi, IHSG sempat amblas ke level 6.784 pada pukul 11.10 WIB, atau longsor hingga 2 persen dari penutupan kemarin.
Head of Investment Avrist Asset Management, Ika Pratiwi Rahayu menyatakan ketegangan di Ukraina, membuat instrumen investasi yang dianggap aman (safe haven) seperti emas kian menarik. Apalagi harga emas telah naik 5,5 persen sepanjang tahun berjalan (YtD).
Aset safe haven yaitu aset yang dikenal tidak berkaitan atau memiliki hubungan negatif dengan aset atau portofolio investasi lain ketika terjadi gejolak atau ketidakpastian dalam pasar finansial.
Aset yang tergolong dalam aset safe haven dianggap dapat melindungi investor dari krisis keuangan.
Nilai safe haven diharapkan dapat bertahan dan bahkan mampu meningkat pada saat kondisi pasar finansial mengalami goncangan atau ketika aset investasi lain sedang turun.
Safe haven banyak dicari investor untuk menghindari investor dari kerugian ketika terjadi krisis keuangan. Makanya, harga emas justru melonjak tinggi saat ekonomi dunia diliputi ketidakpastian.
Ada yang menyebut emas dalam portofolio investasi dapat membantu untuk mengurangi kerugian saat pasar saham sedang anjlok. Beberapa analis juga menyarankan investor untuk membeli logam mulia emas pada saat imbal hasil aset investasi lain negatif. (*)
Jum'at, 10/04/2026