
Petugas menurunkan peti jenazah terduga terinfeksi virus Covid-19 di Taman makam Pondok Ranggon, Jakarta (foto: kontan.co.id)
JAKARTA - Data kematian akibat pandemi Covid-19 dan apa yang disampaikan sejak awal pandemi merupakan data sesuai fakta yang ada dan tidak pernah di lebih-lebihkan, tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Isu melebih-lebihkan data kematian ramai diembuskan, cerita Anies, pada awal pandemi saat Pemprov DKI Jakarta menyampaikan fakta tentang pelayanan pemakaman oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mengalami lonjakan signifikan antara Februari hingga Mei 2020.
"Pada waktu itu sebagian menyampaikan Jakarta melebih-lebihkan, membesar-besarkan, menakut-nakuti. Sekarang, kita sudah jalan dua tahun, gak ada yang kita takut takuti. Itu fakta bahwa ada problem besar yang sedang mengancam kota kita," kata Anies dalam siaran Youtube pribadinya, di Jakarta, Minggu.
Anies menyebut bahwa data kematian tidak pernah ditutupi dan pihaknya mencatat lengkap data tersebut.
Faktanya, kata Anies pelayanan pemakaman yang dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI mengalami lonjakan signifikan mulai Februari 2020, kemudian pada Maret, mulai mengalami lompatan jumlah, lalu di April tinggi dan Mei 2020 tinggi sekali.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026