Tak Sengaja Rilis "`Rusia Menyerang Ukraina", Bloomberg Minta Maaf

Akhyar Zein | Sabtu, 05/02/2022 20:45 WIB


Bloomberg mengajukan permintaan maaf kurang lebih dua jam setelah berita utama diterbitkan. Ilustrasi laman Bloomberg (sumber: investopedia.com)

JAKARTA - Media  Amerika Bloomberg telah mengeluarkan permintaan maaf setelah secara tidak sengaja melaporkan bahwa Rusia telah menginvasi Ukraina.

Judul utama – “Langsung: Rusia Menyerang Ukraina” – muncul di halaman utama situs berita keuangan sekitar pukul 2100GMT.

Olga Lautman, seorang analis dan peneliti yang berfokus pada Rusia dan Ukraina, memposting tangkapan layar kesalahan tersebut di media sosial.

Dia mengatakan judul berita itu diturunkan setelah lebih dari 30 menit.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

Bloomberg mengajukan permintaan maaf kurang lebih dua jam setelah berita utama diterbitkan.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

“Kami menyiapkan berita utama untuk skenario dan berita utama “Rusia Menyerang Ukraina” secara tidak sengaja diterbitkan sekitar jam 4 sore. ET hari ini di situs web kami,” bunyi pernyataan Bloomberg.

“Kami sangat menyayangkan kesalahan tersebut. Judulnya telah dihapus dan kami sedang menyelidiki penyebabnya.”

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Ketika ketegangan meningkat di perbatasan Rusia-Ukraina, negara-negara Barat yang dipimpin oleh AS telah memperingatkan serangan yang akan segera dilakukan oleh Moskow.

Rusia telah berulang kali membantah klaim tersebut, menuduh Washington dan sekutunya sengaja meningkatkan situasi.

Kesalahan Bloomberg terjadi hanya beberapa hari setelah Moskow mengecam media AS karena menyebarkan “informasi palsu dan provokatif” tentang situasi Ukraina.

“Sayangnya, media Amerika dalam beberapa bulan terakhir telah menerbitkan sejumlah besar informasi yang tidak diverifikasi, terdistorsi, dan sengaja palsu dan provokatif tentang apa yang terjadi di Ukraina dan sekitarnya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov Senin lalu.

“Ini sudah jelas bagi hampir semua orang,” tambahnya, mengomentari pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini bahwa ancaman perang tidak berkembang “tetapi keributan telah meningkat.”

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bloomberg permintaan maaf Rusia Ukraina