
Amerika
JAKARTA - Kasus Covid-19 Amerika Serikat (AS) kian memburuk. Pada Senin (3/1), kasus harian menembus angka 1 juta per hari, di tengah lonjakan varian Omicron.
Dikutip dari BBC pada Rabu (5/1), 1.080.211 kasus dilaporkan pada Senin (3/1) kemarin, kasus harian tertinggi di dunia menurut Universitas Johns Hopkins. Dan varian Omicron menyumbang sebagian besar kasus di AS.
Presiden AS Joe Biden, yang menghadapi kritik atas penanganannya, menyerukan agar sekolah tetap buka meskipun ada lonjakan kasus.
Sementara tingkat kematian dan rawat inap di AS jauh lebih rendah dalam beberapa pekan terakhir, dibandingkan lonjakan infeksi sebelumnya. Kendati demikian, jumlah rawat inap di rumah sakit terus meningkat.
Pakar pandemi AS, Anthony Fauci menyebut negara itu saat ini sedang menghadapi peningkatan vertikal dalam jumlah kasus. Dia meyakini bahwa puncak gelombang ini akan terjadi beberapa minggu lagi.
Pada Selasa (4/1), Biden mengakui bahwa ada "kekhawatiran dan beberapa kebingungan tentang meningkatnya kasus", tetapi menegaskan kembali bahwa sebagian besar penerimaan rumah sakit dan kematian akibat Covid adalah di antara yang tidak divaksinasi, dan bahwa AS memiliki cukup vaksin untuk sepenuhnya menusuk setiap orang yang memenuhi syarat. warga negara.
"Kami tahu anak-anak bisa aman saat mereka di sekolah. Itu sebabnya saya percaya sekolah harus tetap buka," katanya.
Omicron juga menyebabkan penundaan sekolah tatap muka di sejumlah distrik, pasca liburan musim dingin. Di Detroit, Michigan, misalnya yang mengalami tingkat infeksi tertinggi sepanjang masa sebesar 36 persen, pejabat sekolah kota mengumumkan bahwa sekolah akan tetap ditutup hingga Kamis.
Sejumlah sistem sekolah besar lainnya, termasuk Atlanta, Milwaukee, Cleveland, dan Newark, telah mengumumkan penundaan atau kembalinya ke kelas virtual.
Di New York City, distrik sekolah terbesar di AS, sekolah tetap buka. Pada Senin lalu, Walikota Eric Adams mengatakan bahwa sekolah adalah "tempat paling aman untuk anak-anak kita".
The New York Times melaporkan, bagaimanapun, bahwa sekitar sepertiga orang tua membiarkan anak-anak mereka di rumah karena ketakutan dengan penyebaran Covid-19.
Jum'at, 10/04/2026