Irak Tangkap Petugas Keamanan Atas Kematian 20 Warga Sipil

akhyar | Minggu, 02/01/2022 20:26 WIB


Warga sipil tewas dalam operasi keamanan untuk menangkap dua tersangka militan di desa Al-Rashayed di provinsi Babel pada hari Kamis. Pasukan keamanan Irak di Bagdad. (foto: AFP/ aawsat.com)

JAKARTA - Pasukan Irak menahan beberapa petugas keamanan sehubungan dengan kematian 20 warga sipil di Irak tengah, menurut seorang pejabat keamanan setempat pada hari Minggu.

Warga sipil tewas dalam operasi keamanan untuk menangkap dua tersangka militan di desa Al-Rashayed di provinsi Babel pada hari Kamis.

Pembunuhan tersebut telah memicu kemarahan di seluruh Irak, memaksa pemerintah untuk meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Pejabat keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan beberapa personel keamanan, termasuk petugas, ditangkap sehubungan dengan operasi fatal tersebut. Namun, dia tidak memberikan angka pasti.

Baca juga :
Iran Temukan Cadangan Gas Alam Berkapasitas Besar di Fars

“Penyelidikan menunjukkan bahwa inti masalahnya adalah perselisihan keluarga antara kepala keluarga dan salah satu menantunya,” kata pejabat itu.

Baca juga :
Trump Klaim Iran Runtuh Total di Tengah Konflik dengan AS

Dia beralasan, menantu yang berprofesi sebagai polisi itu memberikan informasi palsu bahwa mertuanya menyembunyikan dua teroris di rumahnya.

“Pasukan keamanan berusaha menangkap korban, tetapi dia menolak untuk menyerah, yang menyebabkan baku tembak,” kata pejabat keamanan itu.(AA)

Baca juga :
7 Akhlak Mulia Rasulullah SAW Paling Relevan Masa Kini
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
sipil kemarahan perselisihan keluarga baku tembak