Tingkat Kelahiran di Italia Menurun Selama 12 Tahun

Yati Maulana | Senin, 27/12/2021 11:27 WIB


Paus Fransiskus menyebutnya sebagai tragedi sebab banyak orang kehilangan minat memiliki anak. Paus Fransiskus

JAKARTA - Bukan hanya tiga provinsi di China yang mengalami penurunan jumlah kelahiran anak, Italia pun mengalaminya. Paus Fransiskus bahkan meratapi tingkat kelahiran yang anjlok di Italia dan memperingatkan bahwa penurunan itu merupakan ancaman bagi masa depan negara tersebut.

Angka kelahiran di Italia tahun lalu mencapai level terendah sejak penyatuan bangsa itu pada 1861, kata kantor statistik nasional bulan lalu. Jumlah kelahiran di sana telah menurun selama 12 tahun berturut-turut. "Musim dingin demografik ini benar-benar mengkhawatirkan, setidaknya di sini di Italia," kata Paus dalam khotbah mingguannya di depan lapangan Santo Petrus Basilika, Minggu, 26 Desember 2021, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

"Tampaknya banyak orang yang kehilangan minat untuk memiliki anak. Banyak pasangan lebih memilih untuk tetap tak beranak atau punya satu anak saja… Ini adalah tragedi… yang bertentangan dengan keluarga kita, negara kita dan masa depan kita."

Menurut kantor statistik ISTAT, tahun lalu Italia mencatat 404.892 kelahiran, turun 15.192 dari 2019. Sementara angka kematian pada tahun yang sama mencapai 746.146 dan mengurangi populasi di negara itu menjadi 59,3 juta orang.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

ISTAT mengatakan turunnya angka kelahiran terus berlangsung pada tahun ini. Mereka menambahkan bahwa pandemi COVID-19 sepertinya menjadi faktor penyebab dari penurunan itu.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Tingkat Kelahiran Populasi Italia Paus Fransiskus