Australia Mulai Vaksinasi COVID-19 Anak 5-11 Tahun Awal Januari

Asrul | Jum'at, 10/12/2021 10:05 WIB


Setelah meninjau data klinis dari Kanada, kelompok penasihat vaksinasi negara itu merekomendasikan interval delapan minggu antara dua dosis, yang dapat dipersingkat menjadi tiga minggu jika ada wabah. Vaksinasi covid-19. (FotoL Dailymail)

Jakarta - Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, Australia akan mulai memberikan vaksin COVID-19 ke anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun mulai 10 Januari, Jumat (10/12).

"Ini akan menjadi berita gembira bagi jutaan keluarga di seluruh negeri yang menginginkan kesempatan bagi anak-anak mereka untuk divaksinasi," kata Morrison dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

Setelah meninjau data klinis dari Kanada, kelompok penasihat vaksinasi negara itu merekomendasikan interval delapan minggu antara dua dosis, yang dapat dipersingkat menjadi tiga minggu jika ada wabah.

Dosis Pfizer akan diberikan pada tahap awal, sementara regulator menilai kesesuaian suntikan Moderna. Keputusan diharapkan dalam beberapa minggu mendatang.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Keputusan itu muncul ketika Australia berupaya mempercepat peluncuran suntikan booster setelah menjadi salah satu negara yang paling banyak divaksinasi di dunia terhadap COVID-19, menginokulasi hampir 90 persen populasinya di atas 16 tahun dengan dua dosis.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Sekitar 70 persen anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun telah divaksinasi lengkap.

Pihak berwenang telah mendesak orang-orang untuk mengambil suntikan booster yang khawatir tentang varian Omicron baru yang lebih menular di tengah peningkatan infeksi yang stabil di Sydney, kota terbesar di Australia.

Baca juga :
Ini Berbagai Nasihat dari Rasulullah SAW untuk Para Wanita Muslim

Negara bagian New South Wales, yang mencakup Sydney, melaporkan 516 kasus baru pada hari Jumat, kenaikan terbesar dalam dua bulan.

Sebagian besar disebabkan oleh varian Delta tetapi jumlah infeksi Omicron telah meningkat sejak Australia melaporkan kasus pertamanya sekitar dua minggu lalu. Sekitar 50 kasus telah terdeteksi sejauh ini, mayoritas di Sydney.

Australia telah melaporkan sekitar 225.000 kasus COVID-19 dan 2.084 kematian, jauh lebih sedikit daripada banyak negara yang sebanding.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Scott Morrison Vaksin COVID 19 Australia