Sekolah Indonesia Kota Kinabalu raih medali emas dari Spanyol

Akhyar Zein | Sabtu, 27/11/2021 12:50 WIB


Menurut koreografer Dwi Kristiyanto, mereka dapat tampil secara instan pada masa pandemi Covid-19 melalui proses panjang dengan berbagai program inovatif yang dilakukan oleh pihak sekolah. Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Negara Bagian Sabah Malaysia berhasil meraih empat medali emas pada "International Online Festival-Competition, Paints of the Spanish Sun" di Barcelona, Spanyol, yang diselenggarakan pada November 2021. Foto: ANTARA Foto/Ho-SIKK)

JAKARTA - Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Negara Bagian Sabah Malaysia berhasil meraih empat medali emas pada "International Online Festival-Competition, Paints of the Spanish Sun" di Barcelona, Spanyol, yang diselenggarakan pada November 2021.

Informasi dari SIKK, Sabtu, pada ajang ini para penari solo SIKK berhasil menunjukkan bakatnya dan memperoleh medali emas untuk kategori tari modern 15-16 tahun atas nama Dhestiansia Narendra Rageswara.

Sedangkan kategori "folkdance" 15-16 tahun atas nama Janet binti Tulak adapun kategori "folkdance" 17-20 tahun atas nama Rion Rion.

Tim tari SIKK tersebut di bawah binaan Dwi Kristiyanto dan Sri Ningsih.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

Menurut juri, masing-masing penari solo ini memiliki penampilan, teknik menari dan interpretasi yang bagus.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Sementara itu pada tim tari prasasti budaya kategori 14-17 tahun dengan koreografer Dwi Kristiyanto, Dhestiansia Narendra Rageswara juga berhasil meraih medali emas pada ajang ini.

"Juri memuji teknik dan intrepretasi yang baik oleh tim tari Prasasti Budaya, selain itu juri juga menyatakan jika ingin lebih sempurna perlu sedikit sinkronisasi gerakan dalam grup," katanya.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Festival "International Online Festival-Competition, Paints of the Spanish Sun, Spain, Barcelona” ini diikuti oleh beberapa negara yaitu Rusia, Kazakhstan, Bulgaria, Lithuania, Polandia, Spanyol, Malaysia, Indonesia, India, Iran, Romania sedangkan juri dari kompetisi ini berasal dari Bulgaria, Rusia, Spanyol dan Ukraina.

Menurut koreografer Dwi Kristiyanto, mereka dapat tampil secara instan pada masa pandemi Covid-19 melalui proses panjang dengan berbagai program inovatif yang dilakukan oleh pihak sekolah.

"Dimulai dengan pemilihan anak-anak yang berbakat dan berminat dalam menari, strategi pelatihan di tengah keterbatasan pergerakan dan juga salah satu misi SIKK adalah unggul dalam bidang budaya, saat ini telah membuktikan keberhasilannya," katanya.

Dia mengatakan SIKK bukan hanya sebagai duta budaya di Sabah Malaysia melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan tetapi telah menunjukkan prestasi baik di tingkat nasional, ASEAN, Asia Pasifik maupun di Eropa.

Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Dadang Hermawan mengatakan, berbagai program inovatif dan kreatif yang telah disusun selama masa pandemi telah berhasil menorehkan puluhan prestasi baik jenjang regional, nasional dan internasional.

"Tentunya karena dukungan yang sangat besar dan berkesinambungan baik berupa motivasi maupun fasilitasi pendanaan dari Atdikbud KBRI Kuala Lumpur M. Farid Ma’ruf," katanya.

Dadang Hermawan dan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur M. Farid Ma’ruf mengucapkan selamat kepada tim tari SIKK yang sudah membuktikan karya-karyanya baik di kancah regional, nasional maupun Internasional bukan hanya di Asia Tenggara tetapi juga di Eropa.

"Semoga ke depan SIKK akan semakin membanggakan bukan hanya bagi Sekolah Indonesia Luar Negeri tetapi bagi Indonesia," katanya.(Antara)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
SIKK Spanyol medali emas program inovatif