Vaksin Covid-19 Sedang Dipelajari BioNTech Seberapa Ampuh terhadap Varian Omicron

Asrul | Sabtu, 27/11/2021 12:03 WIB


Sejumlah negara termasuk Inggris, Italia, Jerman dan Singapura telah bergerak untuk membatasi perjalanan dari Afrika Selatan dan beberapa negara tetangga untuk mencegah penyebaran varian tersebut. Vaksinasi covid-19. (FotoL Dailymail)

Jakarta - BioNTech Jerman mengatakan pada Jumat (26/11) pihaknya segera mempelajari seberapa baik vaksin virus corona yang dikembangkannya dengan Pfizer melindungi terhadap varian B.1.1.529 baru yang terdeteksi di Afrika Selatan.

"Kami mengharapkan lebih banyak data dari tes laboratorium paling lambat dalam dua minggu," kata seorang juru bicara, dikutip dari AFP.

"Data ini akan memberikan informasi lebih lanjut tentang apakah B.1.1.529 bisa menjadi varian pelarian yang mungkin memerlukan penyesuaian vaksin kami jika varian itu menyebar secara global," ujarnya.

"Penemuan varian baru oleh para ilmuwan di Afrika Selatan telah memicu alarm global, di tengah kekhawatiran banyak mutasi yang dapat membuatnya lebih berbahaya daripada jenis Delta yang sangat menular," tambah juru bicara itu.

Baca juga :
Studi: 95 Persen Mikroba di Bumi Punya Kemampuan Mengurai Plastik

Sejumlah negara termasuk Inggris, Italia, Jerman dan Singapura telah bergerak untuk membatasi perjalanan dari Afrika Selatan dan beberapa negara tetangga untuk mencegah penyebaran varian tersebut.

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

BioNTech mengatakan varian B.1.1.529 berbeda secara signifikan dari varian yang diamati sebelumnya karena memiliki mutasi tambahan yang terletak di protein lonjakan.

Tetapi dikatakan bahwa bahkan jika jabnya - yang didasarkan pada teknologi mRNA baru - perlu diubah, perubahan dapat dilakukan dengan cepat.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

"Pfizer dan BioNTech telah mengambil tindakan beberapa bulan yang lalu untuk dapat mengadaptasi vaksin mRNA dalam waktu enam minggu dan mengirimkan batch awal dalam waktu 100 hari jika ada varian yang lolos," kata juru bicara tersebut.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
B.1.1.529 Varian COVID 19 BioNTech Jerman