Aksi Kekerasan Meluas, Papjazz Dibatalkan

Akhyar Zein | Selasa, 23/11/2021 16:40 WIB


Meskipun demikian Sandler berharap “Papjazz” akan tetap dapat dilangsungkan tahun depan. PAPJAZZ ( festival jazz) di Port-au-Prince dibatalkan karena kekarasan meluas (foto: visithaiti.com)

JAKARTA- Festival jazz internasional di Port-au-Prince, yang biasanya dilangsungkan setiap akhir Januari, telah ditangguhkan karena meluasnya aksi kekerasan kelompok-kelompok kriminal di ibu kota Haiti itu selama berbulan-bulan.

Direktur Haiti Jazz Foundation, Milena Sandler, mengatakan pada kantor berita Prancis AFP, “kita tidak dapat mengambil risiko, baik pada 150 musisi, pada tim kami, atau pada publik.” Ia menambahkan, “kami telah mempertimbangkan hal ini selama beberapa waktu, dan memutuskan bahwa akan sulit – secara moral sekali pun – untuk melangsungkan sebuah acara festival dalam kondisi ini.”

Setiap tahun festival ini biasanya menghadirkan musisi dari lebih sepuluh negara.

Setelah lama terkurung di distrik-distrik yang lebih miskin di ibu kota itu, beberapa bulan terakhir ini kelompok-kelompok kriminal memperluas jangkauan mereka dan meningkatkan aksi penculikan. Tindakan mereka menguasai Haiti telah mengganggu akses ke stasiun pengisian bahan bakar. Walhasil terjadi kekurangan bahan bakar yang sangat mengganggu sektor transportasi dan memaksa rumah sakit, bisnis, dan sekolah mengurangi kegiatan mereka secara drastis.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Amerika Serikat dan Kanada telah merekomendasikan agar warga negara mereka yang tinggal di Haiti mempersiapkan rencana darurat untuk meninggalkan negara itu.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Meskipun demikian Sandler berharap “Papjazz” akan tetap dapat dilangsungkan tahun depan.

“Jika situasi di negara ini tidak memungkinkan untuk melangsungkan konser dalam format delapan hari, kita masih dapat melangsungkan sesuatu dan tidak akan mengubahnya menjadi festival virtual,” ujarnya. “Jika hanya satu hari pun, kami akan melangsungkannya,” tambahnya.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Pihak penyelenggara festival di Haiti dan mitra-mitra internasional mereka sedang mempertimbangkan untuk membuat sebuah program pada akhir Juni tahun depan.

Satu-satunya saat di mana Haiti terpaksa membatalkan festival seperti ini adalah pada tahun 2010 ketika gempa bumi dahsyat meluluhlantakkan Port-au-Prince dan beberapa kota lain di Haiti pada 12 Januari, menewaskan lebih dari 200.000 orang (VOA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Papjazz Port au Prince aksi kekerasan festival jazz