Beberapa Negara Uji Coba Pembayaran Dengan Mata Uang Digital di Bank Sentral

akhyar | Kamis, 02/09/2021 15:06 WIB


Platform ini akan memungkinkan lembaga keuangan bertransaksi langsung satu sama lain di CBDC, yang dapat menghilangkan kebutuhan atas pihak perantara dan mengurangi waktu serta biaya transaksi. Ilustrasi (foto: adb.org)

Jakarta, Katakini.com,- Bank sentral Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan pada Kamis menyampaikan akan melakukan uji coba pembayaran lintas batas menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) yang berbeda.

“Hal ini bertujuan untuk menguji apakan transaksi tersebut dapat dilakukan dengan biaya lebih murah dan mudah,” ujar pernyataan bersama Reserve Bank of Australia, Bank Negara Malaysia, Monetary Authority of Singapore, South African Reserve Bank, dan Bank of International Settlement’s (BIS) Innovation Hub, yang memimpin skema tersebut.

Sebagian besar proyek masih dalam tahap awal dan hanya berfokus di dalam negeri, tetapi mengembangkan aturan dan kerangka kerja global tentang bagaimana CBDC dapat digunakan secara internasional cukup rumit secara teknis, dan timbul potensi politis.

“Proyek terbaru ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe platform bersama untuk transaksi lintas batas menggunakan beberapa CBDC,” terang pernyataan tersebut.

Baca juga :
K3 MPR RI Kaji Pasal 33 UUD 1945, Dorong Ekonomi Berkeadilan

Platform ini akan memungkinkan lembaga keuangan bertransaksi langsung satu sama lain di CBDC, yang dapat menghilangkan kebutuhan atas pihak perantara dan mengurangi waktu serta biaya transaksi.

Baca juga :
WHO Desak Negara Cabut Larangan Pembatasan Perjalanan Akibat WHO

Inisiatif ini juga akan mengeksplorasi desain teknis, tata kelola, dan operasi yang berbeda.

Michele Bullock, Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia mengaku senang dapat berkolaborasi dengan BIS Innovation Hub dan mitra bank sentral lainnya dalam inisiatif ini untuk mengeksplorasi bagaimana platform bersama dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan, biaya, dan transparansi transaksi lintas batas.

Baca juga :
Suhu Global Memanas, PBB Desak Percepatan Aksi Iklim

Meningkatkan pembayaran lintas batas telah menjadi prioritas bagi komunitas pengatur internasional dan sesuatu yang sangat kami fokuskan dalam pekerjaan kebijakan domestik kami,” kata Bullock dalam pernyatannya.

Proyek terpisah BIS yang mengeksplorasi penggunaan CBDC untuk pembayaran lintas batas juga sedang berlangsung melibatkan bank sentral China, Hong Kong, Thailand, dan UEA.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
transaksi lintas batas CBDC BIS