TNI Minta Masyarakat Tenang Ancaman TPNPB-OPM

Akhyar Zein | Selasa, 08/06/2021 19:20 WIB


Kelompok bersenjata menegaskan tidak akan bertanggung jawab jika pekerja dari luar daerah tewas tertembak di sejumlah daerah yang dianggap merupakan wilayah perang. Aparat gabungan TNI-Polridi Papua.( Foto: Dok SINDOnews)

JAKARTA, Katakini.com - TNI meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi terkait ancaman kelompok bersenjata atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) terhadap para pekerja dari luar daerah Papua.

Sebelumnya, kelompok bersenjata meminta pekerja dari luar daerah untuk segera meninggalkan sejumlah wilayah seperti Intan Jaya, Puncak Papua dan Ndugama.

Kelompok bersenjata menegaskan tidak akan bertanggung jawab jika pekerja dari luar daerah tewas tertembak di sejumlah daerah yang dianggap merupakan wilayah perang.

Menurut Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa, ancaman tersebut sengaja dikeluarkan kelompok bersenjata untuk menimbulkan suasana teror di tengah masyarakat.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

"Dan menutupi ketakutan dan kelemahan mereka karena kondisi yang sudah terjepit dan terpojok oleh tindakan tegas dan terukur oleh aparat gabungan TNI-Polri," jelas Suriastawa kepada wartawan pada Selasa.

Baca juga :
Ini Berbagai Nasihat dari Rasulullah SAW untuk Para Wanita Muslim

Dia menegaskan aparat TNI-Polri akan menjaga kondisi keamanan di Papua untuk melindungi masyarakat dari aksi-aksi teror kelompok tersebut.

“Apabila tidak ingin diberikan tindakan tegas, sebaiknya menyerahkan diri," jelas dia.(AA)

Baca juga :
6 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin C yang Jarang Disadari
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
TNI TPNPB OPM Papua Teror