Brasil Tolak Permintaan Impor Vaksin Sputnik V Rusia

Akhyar Zein | Selasa, 27/04/2021 23:18 WIB


Anvisa tidak menyetujui impor vaksin karena kurangnya data tentang kendali mutu, keamanan, dan kemanjuran produk Satu pesawat yang membawa batch pertama vaksin Rusia Sputnik V Covid-19 tiba di Bandara Internasional Tashkent di Tashkent, Uzbekistan pada tanggal 23 April 2021. (foto: Kementerian Kesehatan Uzbekistan - Badan Anadolu)

Katakini.com - Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, menolak permintaan dari beberapa negara yang dilanda pandemi untuk mengimpor vaksin Sputnik V Rusia.

"Anvisa tidak menyetujui impor vaksin karena kurangnya data tentang kendali mutu, keamanan, dan kemanjuran produk," papar badan itu dalam sebuah pernyataan.

Permintaan untuk mengimpor vaksin Rusia datang dari 14 negara.

Peraturan Riset Klinis untuk Brazil (GGMED) mengatakan semua isu dalam proses pengembangan vaksin sudah diidentifikasi saat studi klinis.

Baca juga :
Trump Sebut China Dukung Pembukaan Blokade Permanen Selat Hormuz

GGMED menjelaskan bahwa dari isu yang ditemukan, vaksin "dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan pada tingkat yang parah menyebabkan kematian, terutama pada orang dengan kekebalan rendah dan masalah pernapasan".

Baca juga :
Marak Kekerasan Perempuan Online, Pemerintah Perketat Pengawasan Platform Digital

"Kami terus mengupayakan agar vaksin untuk Covid-19 menjangkau semua masyarakat dengan tetap memastikan standar kualitas, keamanan, dan kemanjurannya terpenuhi," kata Meiruze Freitas, direktur obat-obatan di Anvis.

Berdasarkan data Johns Hopkins University di AS, sejauh ini, Brasil telah melaporkan lebih dari 14,3 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 391 ribu kematian.(Anadolu Agency)

Baca juga :
Pemerintah Batasi Pengunjung di TN Komodo, Menhut Jelaskan Alasannya
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Anvisa Sputnik V Covid 19