Rusia Prihatin Atas Kekerasan di Myanmar

Akhyar Zein | Selasa, 27/04/2021 12:20 WIB


Rusia mengutuk tindakan kekerasan yang menyebabkan korban jiwa, kata juru bicara Kremlin Peskov Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (foto: Anadolu Agency)

Katakini.com - Rusia prihatin atas situasi di Myanmar, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin.

Kremlin mengikuti situasi di negara itu dengan cermat dan mengutuk tindakan kekerasan apa pun, yang menyebabkan korban sipil, kata Peskov kepada wartawan.

"Kami sangat prihatin dan mengamati dengan penuh perhatian apa yang terjadi di Myanmar. Kami mengutuk keras tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia di antara penduduk sipil," kata dia.

Tetapi Myanmar harus mengatasi masalahnya sendiri, tambah Peskov.

Baca juga :
DPR Minta Kemenhut Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten

Setidaknya 751 orang tewas dalam tindakan keras militer terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar, menurut angka terbaru yang dirilis oleh kelompok pengawas HAM.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan pada Minggu malam bahwa sebanyak 3.431 orang ditahan dan 79 orang di antaranya dijatuhi hukuman.

Kekerasan masih terus berlanjut meski para pemimpin negara Asia Tenggara (ASEAN) berkumpul pada Sabtu di Jakarta untuk membahas situasi di Myanmar.(Anadolu Agency)

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
prihatin mengutuk 751 tewas