Korban Tewas Akibat Kudeta Militer Myanmar Jadi 738 Orang

Akhyar Zein | Selasa, 20/04/2021 09:20 WIB


Lebih 1.500 penduduk desa Kota Momauk, negara Bagian Kachin meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran kelompok etnis bersenjata dan militer Myanmar Demonstran anti-kudeta menyiapkan busur dan anak panah darurat untuk menghadapi polisi di kotamady kota Thaketa Yangon, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021. (foto: AP)

Katakini.com - Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan warga yang tewas dalam demonstrasi menentang kudeta militer sudah mencapai 738 orang sejak 1 Februari lalu.

Dalam laporannya Selasa dini hari, Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyampaikan tambahan satu orang tewas menyusul kekerasan yang terjadi di Myanmar.

AAPP juga melaporkan hingga 19 April, total 3.261 orang telah ditahan.

Dari jumlah itu, 75 orang dijatuhi hukuman dan 970 lainnya telah dikeluarkan surat perintah penangkapan.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur
Sementara itu, media lokal The Irrawady melaporkan lebih dari 1.500 penduduk desa dari Kota Momauk, negara Bagian Kachin telah meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran sengit antara Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) dan militer Myanmar.

Baca juga :
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat
Para pengungsi berasal dari desa Si Hut, Kone Law, Myo Haung, Myo Thit, Shwe Myaung, Namt Lan, Mone Khat, Naung Kon dan Nant Ngoe di Kota Momauk.

“Ketegangan militer meningkat. Penduduk desa memutuskan untuk mengungsi karena pertempuran bisa terjadi kapan saja, termasuk kemungkinan dibom oleh jet tempur, ” ujar seorang pejabat desa.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda
Pendeta Seng Awng dari Konvensi Baptis Kachin di Kota Momauk mengatakan kepada The Irrawaddy bahwa gereja telah melindungi setidaknya 150 keluarga atau sekitar 600 orang.

“Karena beberapa orang tewas oleh artileri, mereka melarikan diri dari desa. Mereka tidak punya waktu untuk mengambil barang apa pun. Kami menyediakan apa yang mereka butuhkan, termasuk akomodasi dan makanan,” kata Pendeta Seng Awng.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Menanggapi kudeta tersebut, kelompok sipil di seluruh negeri meluncurkan kampanye pembangkangan dengan demonstrasi massa dan aksi duduk di jalan.(Anadolu Agency)


Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
738 orang tewas kudeta militer