Pemerintah Sebut Sejumlah Indikator Ekonomi Mulai Membaik

Akhyar Zein | Senin, 19/04/2021 20:38 WIB


Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan belanja nasional pada April tumbuh cukup besar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto (foto: bisnis.com)

Katakini.com - Pemerintah mengklaim sejumlah indikator ekonomi Indonesia terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan di tengah penurunan kasus aktif Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pertumbuhan belanja nasional pada April cukup besar.

"Tumbuh 32,48 persen secara year-on-year (yoy) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen untuk yang seasonally adjusted," ujar Menko Airlangga seusai rapat terbatas kabinet, Senin.

Di sektor industri, Indeks Manufaktur Indonesia atau Purchasing Manager`s Index (PMI) mencapai level tertinggi yakni di level 53,2 naik dari periode sebelum 2019 yang biasanya rata-rata di level 51.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Selain itu, Menko Airlangga menyebut bahwa penerimaan sektor industri juga mengalami kenaikan.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

"Penerimaan sektor industri ini mengalami kenaikan yaitu tumbuh 10,26 persen secara year on year untuk yang non-seasonally adjusted dan 1,46 year on year yang seasonally adjusted," imbuh dia.

Untuk menjaga keseimbangan pengendalian Covid-19 dan pengungkit ekonomi, pemerintah terus melakukan sejumlah program.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Program perlindungan sosial dan sembako, Menko Airlangga memastikan pemerintah akan membayarkannya pada awal Mei.

Selain itu, dalam program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadhan, ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah.

"Kemudian bantuan sosial berupa beras ini sedang dalam pematangan, yaitu terkait dengan 10 kilogram dengan sasaran peserta kartu sembako non-PKH," tandas dia.(aa.com.tr)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
indikator ekonomi sektor industri