Venezuela sudah Lakukan Pembayaran Duakali Vaksin COVAX, Ini Penjelasan WFP!

Asrul | Senin, 19/04/2021 10:03 WIB


Venezuela berada menghadapi gelombang kedua pandemi, yang telah membebani sistem kesehatannya yang sudah kekurangan dana. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menutup perbatasan dengan Kolombia. (Foto: Marcelo Garcia/AFP)

Caracas, katakini.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, pemerintah telah melakukan pembayaran kedua kepada inisiatif COVAX Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengakses sekitar 11 juta vaksin COVID-19.

Venezuela berada menghadapi gelombang kedua pandemi, yang telah membebani sistem kesehatannya yang sudah kekurangan dana. Keruntuhan ekonomi negara telah menyebabkan meningkatnya kerawanan pangan.

Maduro menambahkan direktur Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), David Beasley, telah tiba untuk bertemu dengan para pejabat.

Pemerintah pekan lalu mengatakan telah melakukan pembayaran awal $ 64 juta kepada COVAX untuk batch pertama vaksin, setelah mengeluh bahwa sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk menggulingkan Maduro menghalangi pembayaran tersebut.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

"Uangnya ada di sana. Sekarang, vaksin akan masuk ke Venezuela," kata Maduro dalam pidato televisi pemerintah.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Venezuela sejauh ini baru menerima 800.000 dosis vaksin Rusia dan China untuk populasinya yang berjumlah sekitar 30 juta. Baca selengkapnya

Organisasi kemanusiaan telah lama mengadvokasi pemerintah untuk mengizinkan WFP masuk ke negara itu, sebuah langkah yang ditolak Maduro, untuk membantu mengurangi kelaparan.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Maduro mengatakan Beasley berkunjung untuk menandatangani perjanjian tetapi tidak memberikan rinciannya. WFP tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Venezuela telah melaporkan sekitar 180.000 kasus virus korona, termasuk 1.800 kematian, meskipun oposisi dan organisasi dokter memperingatkan jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena kurangnya pengujian.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Venezuela Pasien COVID 19 COVAX