Kematian Seorang Wanita di Australia Kemungkinan Akibat Vaksin AstraZeneca

| Sabtu, 17/04/2021 06:03 WIB


Kelompok Investigasi Keamanan Vaksin Australia (VSIG), yang mengadakan pertemuan pada Jumat (16/4), menyimpulkan kematian wanita New South Wales kemungkinan terkait dengan vaksinasi, kata Administrasi Barang Terapeutik dalam sebuah pernyataan. Ilustrasi vaksin AstraZeneca

Sydney, katakini.com - Australia melaporkan kematian pertamanya akibat pembekuan darah terkait vaksin COVID-19 AstraZeneca setelah regulator negara mengatakan kematian seorang wanita berusia 48 tahun "kemungkinan" terkait dengan vaksin itu.

Kelompok Investigasi Keamanan Vaksin Australia (VSIG), yang mengadakan pertemuan pada Jumat (16/4), menyimpulkan, kematian wanita asal New South Wales kemungkinan terkait dengan vaksinasi.

"Dengan tidak adanya penyebab alternatif untuk sindrom klinis, VSIG percaya bahwa hubungan kausatif dengan vaksinasi harus diasumsikan saat ini," kata TGA.

Ini merupakan kasus ketiga pembekuan darah terkait vaksin virus corona di Australia, dua pasien lainnya sudah sembuh.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Wanita 48 tahun itu meninggal empat hari setelah menerima vaksinasi.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

TGA mengatakan kasusnya diperumit oleh kondisi medis yang mendasari, termasuk diabetes, serta beberapa fitur atipikal. (Reuters)

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Vaksin COVID 19 AstraZeneca Pembekuaan Darah