
Sejumlah pengungsi muslim Rohingya tidur diatas lantai beralaskan kain plastik di Palong Khali, Bangladesh. (foto : AP)
Katakini.com - Seperti krisis Rohingya pada 2017, Turki sekali lagi menjadi salah satu negara pertama yang menangani kerusakan besar akibat kebakaran yang melanda sebagian besar kamp Rohingya di Cox`s Bazar, Bangladesh.
"Pemerintah Turki telah memutuskan untuk memberikan bantuan darurat komprehensif kepada warga Rohingya yang terkena dampak kebakaran baru-baru ini di kamp-kamp pengungsian," kata Mustafa Osman Turan, duta besar Turki untuk Bangladesh, kepada Anadolu Agency.
Turan menyoroti tingkat kehancuran dan penderitaan yang dialami Rohingya dalam bencana terbaru ini.
Atas instruksi Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Dubes Turki mengunjungi area kamp yang hancur akibat kebakaran, termasuk Rumah Sakit Lapangan Turki dan tempat penampungan yang dibangun oleh AFAD, otoritas penanggulangan bencana dan darurat Turki.
Kebakaran paling mematikan yang meletus pada Senin sekitar pukul 15.30 waktu setempat memusnahkan ribuan tenda darurat warga Rohingya hingga tengah malam.
PBB pada Selasa mengkonfirmasi bahwa 15 orang tewas dan lebih dari 550 terluka dalam kebakaran itu, sementara lebih dari 400 orang Rohingya masih hilang.
Dalam kebakaran paling dahsyat dalam sejarah Rohingya di Bangladesh, "sekitar 45.000 orang mengungsi, dan sekitar 10.000 tempat berlindung rusak atau hancur," tambah pernyataan PBB.
"Saya melihat api telah membakar habis semua peralatan medis dan infrastruktur fisik rumah sakit. Kami beruntung tidak ada yang terluka di rumah sakit itu," kata Turan.
Dia pun mengkonfirmasi keputusan pemerintah Turki untuk membangun kembali rumah sakit tersebut dan 1.337 shelter AFAD yang telah hancur.
Dubes Turki juga bertemu 10 dokter dan 20 staf medis di Cox`s Bazar.
TIKA salurkan makanan hangat
Duta Besar Turki juga mengunjungi dapur umum besar yang dibangun oleh TIKA, Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki, yang akan memasak dan mengantarkan makanan hangat untuk 25.000 orang dua kali setiap hari dengan bekerja sama dengan WFP, Program Pangan Dunia.
Sementara itu, Yayasan IHH, sebuah LSM Turki, sudah mulai memberikan makanan hangat kepada seribu orang tiap hari pasca bencana.
Lembaga kemanusiaan Turki lainnya di lapangan juga telah mengerahkan sumber daya mereka untuk menanggapi keadaan darurat.
Yayasan Turkiye Diyanet akan membangun kembali masjid dan sumur air yang terkena dampak serta mendistribusikan paket makanan, produk kebersihan, dan pakaian untuk anak-anak.
Bulan Sabit Merah Turki juga akan mendistribusikan paket makanan darurat kepada sekitar 50.000 orang yang terkena dampak selain perlengkapan kebersihan dan dapur.
Selama kunjungan dua hari, dubes Turki akan bertemu dengan Komisioner Bantuan dan Pemulangan Pengungsi Bangladesh dan pejabat lain yang bertanggung jawab atas manajemen kamp untuk membahas cara terbaik untuk mendukung upaya pemerintah Bangladesh demi mengatasi krisis.
Dubes Turki didampingi oleh Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Turki di Bangladesh, Enis Faruk Erdem, dan perwakilan dari semua badan bantuan Turki yang beroperasi di Bangladesh selama kunjungannya ke kamp-kamp Rohingya yang hancur.(Anadolu Agency)
Jum'at, 10/04/2026