Transformasi Teknologi Digital Jadi Tantangan di Industri Perbankan Syariah

Akhyar Zein | Rabu, 24/03/2021 20:22 WIB


Di tengah pandemi Covid-19 yang serba virtual, transformasi digital jadi salah satu tantangan dalam melayani nasabah bank syariah Ilustrasi (foto: duitologi.com)

Katakini.com – Industri perbankan syariah Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam transformasi digital khususnya di masa pandemi Covid-19.

Direktur Informasi dan Teknologi Bank Syariah Indonesia (BSI) Achmad Syafii mengatakan program transformasi digital menjadi fokus utama bank syariah hasil merger itu demi melayani nasabah.

“Kami sedang fokus melakukan transformasi digital untuk melayani nasabah syariah karena di tengah pandemi ini, semua serba virtual,” kata dia dalam diskusi virtual, Rabu.

Syafii juga mengakui Bank Syariah Indonesia (BSI) sempat tertinggal namun mampu dikejar dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Selain itu, dia menjelaskan saat ini BSI tengah menyiapkan teknologi digital sebagai salah satu alat untuk mengejar pendapatan.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

“Tadi ada peruntukkan yang ritel, yang kecil-kecil yang transaksional kami geser layanannya ke digital,” jelas Syafii.

Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan hasil merger tiga Bank Syariah BUMN. Tiga bank tersebut adalah BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan alasan mergernya ketiga bank ini dilakukan agar ekonomi syariah di Indonesia semakin berkembang.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
perbankan syariah BSI digital