Pengamat: Holding Ultra Mikro Sebatas Langkah Efisiensi

Akhyar Zein | Rabu, 10/02/2021 06:19 WIB


Para ekonom menilai holding ultra mikro masih menghadapi tantangan besar bagaimana menyalurkan kredit kepada nasabah mikro dan ultra mikro yang belum layak mendapatkan kredit, apalagi di era pandemi seperti sekarang Seorang pelaku usaha mikro berjualan aneka makanan ringan hasil produksinya di salah satu ruas jalan di Palu, Sulawesi Tengah

Katakini.com -- Pemerintah telah mengumumkan pembentukan induk usaha atau holding lembaga keuangan segmen ultra mikro yang di dalam dihimpun Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai induk, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani sebagai anggota holding, pada awal pekan ini.

Pembentukan holding ini, menurut para ekonom yang dihubungi Anadolu Agency, Selasa, masih sebatas perubahan organisasi.

Muhammad Faisal, direktur eksekutif CORE Indonesia mengatakan, langkah pemerintah tersebut masih menyisakan pertanyaan tentang penyaluran kredit kepada segmen nasabah ultra mikro.

Di era pandemi seperti sekarang, kata Faisal, ada dua masalah yang masih menyisakan pertanyaan. Pertama permintaan kredit saat pandemi sekarang sangat kecil sehingga risiko bank meningkat, atau pengusaha enggan meminjam karena takut macet.

Baca juga :
DPR Minta Kemenhut Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten

"Kedua, segmen usaha ultra mikro sebagian besar tidak memenuhi persyarakatan bank atau tidak bankable," kata Faisal, kepada Anadolu Agency, pada Selasa.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

Faisal mengatakan, holding ultra mikro perlu mengatasi hambatan penyaluran kredit dengan pendampingan yang lebih intensif dan menyasar kepada segmen pelaku usaha ultra mikro.

Sedangkan ekonom Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, juga mengatakan penggabungan tiga lembaga keuangan milik pemerintah ini lebih banyak untuk melakukan efisiensi. "Dengan digabungkan supaya besar juga kapitalisasi dan sinerginya," kata Telisa kepada Anadolu Agency, Selasa.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Telisa juga menilai holding ultra mikro masih memiliki tantangan besar dalam menyalurkan kredit ke segmen pelaku usaha mikro dan ultra mikro. "Apalagi saat ini di masa pandemi, lembaga keuangan, termasuk bank, cenderung menghindari risiko sehingga enggan menyalurkan kredit," jelas Telisa.

Dalam rapat di depan DPR RI, pada Senin, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan setelah pembentukan holding BUMN ultra mikro akan membuat kemampuan ketiga perusahaan tersebut bertambah besar untuk menjangkau hingga 29 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang selama ini belum terlayani lembaga keuangan formal.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
ultra mikro Pegadaian BRI bankable