Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Myanmar Menentang Kudeta Militer

Akhyar Zein | Minggu, 07/02/2021 23:33 WIB


Demonstrasi anti-kudeta berlanjut di kota terbesar negara Yangon di tengah pengawalan keamanan ketat Puluhan ribu demonstran, mayoritas anak muda, melakukan empat unjuk rasa terpisah melawan kudeta militer di Myanmar (foto YE AUNG THU/AFP)

Katakini.com – Puluhan ribu demonstran, mayoritas anak muda, melakukan empat unjuk rasa terpisah melawan kudeta militer di Myanmar pada Minggu, di tengah keamanan ketat dan pemblokiran jalan di wilayah utama Yangon, kota terbesar di negara itu.

Polisi di Yangon berupaya untuk memblokade pengunjuk rasa yang berbaris menuju Pagoda Sule, pusat kota, menurut reporter lepas Anadolu Agency di kota itu.

Dia mengatakan warga menyemangati para demonstran dengan bertepuk tangan dan menawarkan makanan dan air.

Sementara para pengunjuk rasa berupaya menghindari bentrok dengan polisi selama demonstrasi anti-kudeta berlangsung.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Sabtu lalu, junta militer Myanmar menutup layanan internet di seluruh negeri di tengah protes anti-kudeta.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Hampir 300 anggota parlemen Myanmar mengeluarkan pernyataan bersama menolak militer merebut kekuasaan dalam kudeta awal pekan ini.

Anggota parlemen menegaskan bahwa mereka adalah perwakilan orang-orang dalam video demonstrasi yang diunggah di Facebook.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Mereka berjanji akan terus memperjuangkan demokrasi atas nama konstituen.

Sementara itu, petugas layanan kesehatan di rumah sakit pemerintah berada di garis depan perlawanan tanpa kekerasan.

Sejumlah petugas medis mogok kerja, sementara lainnya turut daftar dalam protes sambil terus merawat pasien sejak Rabu.

Militer Myanmar, yang secara resmi dikenal sebagai Tatmadaw, mengumumkan keadaan darurat Senin lalu, beberapa jam setelah menahan Presiden negara itu Win Myint, pemimpin de facto dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan anggota senior lainnya dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa.(Anadolu Agency)


Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
mayoritas anak muda Pagoda Sule menolak militer