Houthi Salahkan Koalisi Pimpinan Saudi Atas Krisis Yaman

Akhyar Zein | Selasa, 02/02/2021 07:19 WIB


Tidak ada komentar dari koalisi pimpinan Saudi tentang tuduhan pemberontak Yaman Ilustrasi. Para pemberontak Houthi berkumpul untuk memprotes operasi militer yang dipimpin Arab Saudi dalam sebuah parade pada ulang tahun ke-3

Katakini.com – Kelompok pemberontak Houthi menganggap koalisi yang dipimpin Saudi bertanggung jawab atas krisis ekonomi dan kemanusiaan di Yaman yang dilanda perang.

Melalui Twitter, kepala Komite Revolusi Tertinggi Houthi Muhammad Ali Al-Houthi menuduh koalisi tersebut memaksakan realitas pada orang Yaman dengan imbalan mengizinkan masuknya kebutuhan dasar mereka.

"Koalisi menahan turunan minyak [negara] untuk menggandakan tagihan pada warga negara, menolak lisensi PBB, menjarah minyak dan kekayaan dan merusak mata uang," tulis Al-Houthi pada Minggu malam.

Dia menyerukan pengiriman tim pencari fakta, tanpa menjelaskan detail lebih lanjut.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Sejauh ini belum ada komentar dari koalisi pimpinan Saudi tentang tuduhan tersebut.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Gerakan Houthi menuduh koalisi memberlakukan blokade di Yaman, menghalangi kedatangan makanan dan pasokan kemanusiaan, menyita kapal bahan bakar dan mencegah mereka memasuki pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman barat.

Tuduhan itu kemudian dibantah oleh koalisi.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk Ibu Kota Sanaa.

Sebuah koalisi yang dipimpin Arab Saudi, yang bertujuan untuk memulihkan pemerintah Yaman, telah memperburuk situasi, menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan hampir 80 persen atau sekitar 30 juta rakyatnya membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan dan lebih dari 13 juta dalam bahaya kelaparan hingga kematian.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
krisis ekonomi tim pencari fakta koalisi