Emas Perhiasan Makin Berkilau Dalam Perdagangan Indonesia

Akhyar Zein | Sabtu, 30/01/2021 11:40 WIB


Ekspor terbesar emas perhiasan Indonesia pada 2020 ke Singapura (37 persen), Swiss (30 persen), dan Jepang (12 persen) Ilustrasi perhiasan emas

Katakini.com - Data Kementerian Perdagangan pada Jumat, menunjukkan emas perhiasan menjadi komoditi yang menonjol dalam perdagangan Indonesia, baik ekspor maupun impor.

Sepanjang 2020, Indonesia mengekspor emas perhiasan senilai USD8,2 miliar. Nilai tersebut tumbuh 24,21 persen dari tahun lalu.

Ekspor terbesar emas perhiasan Indonesia pada 2020 ke Singapura (37 persen), Swiss (30 persen), dan Jepang (12 persen).

Sejak 2016, ekspor emas perhiasan Indonesia tumbuh sekitar 7 persen.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Luthfi mengatakan, dua negara tujuan ekspor emas pada 2020, yakni Singapura dan Swiss, merupakan negara transit.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

"Saya bisa pastikan Singapura, Swiss dan Hong Kong adalah negara transit, karena setelah itu akan diekspor lagi ke negara lain," kata Luthfi, pada paparan outlook perdagangan Indonesia 2021, pada Jumat.

Ekspor emas ini, menurut Luthfi, meliputi usaha kecil dan ribuan pengrajin emas di seluruh Indonesia. "Ini adalah bentuk baru dari ekspor nonmigas kita yang kian menonjol," kata Luthfi.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Selain mengekspor, Indonesia juga mengimpor emas perhiasan. Nilainya tumbuh 4,7 persen dari tahun lalu. Emas perhiasan merupakan komoditas impor terbesar kelima pada 2020 setelah gula, farmasi, kimia, dan ampas industri makanan.

Nilai impor emas perhiasan pada 2020 tidak dipaparkan oleh Menteri Perdagangan.

Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty mengatakan, data ekspor emas perhiasan menunjukkan Indonesia memasok kebutuhan orang kaya dan kelas menengah dunia yang ingin berinvestasi di masa pandemi.

"Ini menunjukkan orang-orang di dunia gencar berinvestasi di instrumen aman, yakni emas, dan Indonesia bisa memenuhi kebutuhan itu," kata Telisa kepada Anadolu Agency, Jumat.

Sedangkan impor emas perhiasan oleh Indonesia menunjukkan tingginya kebutuhan kelas menengah dan orang kaya Indonesia untuk berinvestasi emas di masa pandemi, kata Muhammad Faisal, Direktur Eksekutif lembaga kajian ekonomi CORE Institute.

"Kebutuan investasi emas orang Indonesia cukup spesifik sehingga perlu produk impor, selain itu karena pasokan di dalam negeri tidak mencukupi sehingga emas tersebut perlu diimpor," kata Faisal kepada Anadolu Agency.(Anadolu Agency)  


Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
emas perhiasan ekspor instrumen aman