
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio
Katakini.com – Pemerintah mengatakan pola pengembangan pariwisata akan bergeser dari fokus pada kuantitas turis menjadi kualitas turis guna meraih devisa pariwisata yang lebih besar.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan sebelum pandemi Covid-19 Indonesia hanya mampu meraih kunjungan turis asing sebesar 16 juta pada 2019.
Jumlah ini tertinggal dari Singapura dan Vietnam yang masing-masing 18 juta, Malaysia 25 juta, serta Thailand 39 juta kunjungan.
Menteri Wishnutama mengatakan peningkatan kualitas turis akan dilakukan dengan menyontoh Australia yang pada 2019 hanya dikunjungi 10 juta turis mancanegara tetapi mampu meraih devisa USD45 miliar.
Sementara Singapura yang dikunjungi 18 juta wisatawan asing pada 2019 meraih devisa yang lebih kecil yakni USD27 miliar.
Indonesia pada 2019 meraih devisa pariwisata sebesar Rp280 triliun atau sekitar USD20 miliar.
“Untuk shifting menuju quality tourism memang memiliki konsekuensi besar,” jelas Menteri Wishnutama dalam rapat koordinasi nasional pariwisata secara virtual, Jumat.
Dia mengatakan kapasitas kursi penumpang pesawat terbang dari luar negeri ke Indonesia per tahun hanya 25 juta yang dipotong dengan faktor keterisian 76 persen serta warga negara Indonesia yang kembali ke dalam negeri.
Dengan begitu, kapasitas kursi penumpang pesawat ke Indonesia hanya tersisa 12-13 juta untuk wisatawan asing.
Angka ini jauh di bawah Thailand dengan kapasitas kursi pesawat 59 juta, Malaysia 44 juta, dan Singapura 38 juta kapasitas kursi pesawat untuk turis asing.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan untuk membangun konektivitas,” lanjut Menteri Wishnutama.
Dia menambahkan bandara yang ada di Indonesia juga perlu dikembangkan menjadi hub menuju ke destinasi negara lainnya dan tidak hanya menjadi destinasi akhir saja untuk bisa menciptakan peluang dan rantai nilai baru.
Kemudian, perlu juga diciptakan pola travel domestik untuk memudahkan wisatawan dalam negeri berwisata ke berbagai destinasi.
Selain itu, Menteri Wishnutama mengatakan keunikan dan karakter asli dari destinasi wisata Indonesia tidak boleh hilang dan menjadi terlalu modern.
“Ini bisa menghilangkan pengalaman dan keunikan serta daya tarik budaya yang diharapkan wisatawan asing,” tambah dia.
Menteri Wishnutama menambahkan Indonesia juga memiliki potensi wisata kuliner yang bisa diunggulkan.
Saat ini wisata kuliner Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara lainnya seperti Filipina dan Thailand.
“Kita sudah menyewa konsultan yang menangani pariwisata Thailand, Vietnam, dan Dubai untuk membantu kita melakukan strategi ini, termasuk dalam hal kecil seperti memanfaatkan kemampuan masyarakat lokal,” urai dia.
Menurut Menteri Wishnutama, pengembangan pariwisata harus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat lokal yang perlu menjadi perhatian khusus melalui standar pariwisata.
Dengan begitu, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya industri pariwisat. (Anadolu Agency)
Jum'at, 10/04/2026
Jum'at, 17/04/2026