Lebanon Mengharap Dukungan Negara-negara Arab

| Minggu, 09/08/2020 13:22 WIB


Akibat dari ledakan tersebut telah menewaskan ratusan jiwa dan melukai ribuan orang. Bahkan saat ini banyak warga kehilangan tempat tinggalnya.
  Dampak ledakan di Beirut, Lebanon (Foto: Reuters)

Katakini.com - Pasca ledakan besar di pelabuhan Beirut, Presiden Lebanon Michel Aoun meminta negara-negara Arab hari ini untuk mendukung Lebanon

Seperti diketahui, akibat dari ledakan tersebut telah menewaskan ratusan jiwa dan melukai ribuan orang. Bahkan saat ini banyak warga kehilangan tempat tinggalnya.

"Lebanon membutuhkan bantuan di setiap bidang, dan ada harapan besar di negara-negara persaudaraan Arab," kata Aoun dalam pernyataan menyusul pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, di istana presiden di Beirut, dilansir Middleeast, Minggu (09/08).

"Skala bencana itu sangat besar," katanya, seraya meminta negara-negara Arab untuk berkontribusi dalam pembangunan kembali Beirut.

Baca juga :
K3 MPR RI Kaji Pasal 33 UUD 1945, Dorong Ekonomi Berkeadilan

Sementara itu, Aboul Gheit mengatakan bahwa dia meyakinkan presiden Lebanon tentang dukungan Liga Arab untuk Lebanon.

Baca juga :
WHO Desak Negara Cabut Larangan Pembatasan Perjalanan Akibat WHO

Ketua Liga Pan-Arab mengatakan dia akan berpartisipasi dalam konferensi internasional yang ingin diselenggarakan Prancis untuk mendukung Lebanon.

“Kami akan menyampaikan tuntutan Lebanon kepada komunitas internasional,” kata Aboul Gheit.

Baca juga :
Suhu Global Memanas, PBB Desak Percepatan Aksi Iklim

Pada hari Kamis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan dalam kunjungannya ke Beirut bahwa Prancis, AS, UE, dan Bank Dunia akan menyelenggarakan konferensi global untuk mendukung Lebanon.

Sedikitnya 154 orang tewas dan 6.000 lainnya dalam ledakan besar yang mengguncang pelabuhan Beirut pada hari Selasa.

Para pejabat mengatakan ledakan itu, yang menyebabkan kerusakan properti besar-besaran di beberapa lingkungan di Beirut, disebabkan oleh ledakan 2.750 ton amonium nitrat yang telah disimpan secara tidak aman di pelabuhan selama enam tahun.

Pemerintah Lebanon telah mengumumkan pembentukan komite investigasi untuk menyelidiki insiden tersebut, yang terjadi saat Lebanon terguncang di bawah krisis ekonomi terparah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ledakan Beirut Lebanon Negara Arab